Bambang Apreasi KIP PT Timah Tinggalkan Perairan Rebo atas Penolakan Nelayan

Bambang Herdiansyah: “Ini patut kita syukuri. Walaupun menolak, mereka melakukannya secara damai dan situasi pun kondusif. PT Timah

Bambang Apreasi KIP PT Timah Tinggalkan Perairan Rebo atas Penolakan Nelayan
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kapal isap produksi (KIP) untuk menambang pasir timah bergerak meninggalkan kawasan perairan Pantai Rebo Sungailiat, Sabtu (18/2/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lima Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT Timah dan Mitra PT Timah yang berlabuh di perairan Pantai Rebo, akhirnya masuk ke Muara Air Kantung, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (18/2/2017).

Masuknya KIP tersebut ke muara Air Kantung buah dari penolakan yang dilakukan oleh nelayan dan masyarakat setempat. Mereka khawatir, wilayah tangkap ikan nelayan setempat terganggu dengan adanya KIP tersebut.

Pengamat Pertimahan Indonesia, Bambang Herdiansyah kepada bangkapos.com, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Timah tersebut. Hal ini menjawab keresahan dari masyarakat terkait keberadaan KIP tersebut di perairan Pantai Rebo.

“Ini patut kita syukuri. Walaupun menolak, mereka melakukannya secara damai dan situasi pun kondusif. PT Timah mengakui mereka cuma berlabuh dari cuaca buruk, mereka tidak beroperasi. KIP itu meninggalkan perairan Rebo artinya menjawab keresahan dari masyarakat,” jelas Bambang Herdiansyah.

Kejadian ini kata Bambang Herdiansyah harus dievaluasi kembali. Masyarakat juga tidak mengetahui informasi terkait adanya aktivitas kapal di daerahnya.

Jangan sampai, kata Bambang Herdiansyah kurangnya informasi ke masyarakat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kedepan agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, akibat simpang siurnya informasi yang diterima oleh masyarakat. Dikhawatirkan juga masyarakat rentan terprovokasi,” kata Bambang Herdiansyah.

Karenanya menurut Bambang, Kades yang merupakan perwakilan pemerintah desa harus lebih proaktif mencari dan mendapatkan informasi dari pihak yang terkait aktivitas yang ada di daerahnya.

Untuk peristiwa ini, perangkat desa dapat menghubungi pihak PT Timah menyangkut kepentingan KIP milik PT Timah dan Mitra PT Timah berada diperairan wilayahnya, termasuk menghubungi Ksyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Dengan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak yang terkait, pihak Pemdes dapat memberikan penjelasan kepada warganya. Faktor minimnya infomasi yang diterima oleh masyarakat, terhadap setiap permasalahan yang terjadi dilingkungannya, menjadikan masyarakat sangat rentan untuk diprovokasi kearah perbuatan yang melanggar hukum,” ujar Bambang Herdiansyah.

Penulis: Hendra
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help