Kasihan, Pasal Uang Rp 8 Ribu, Driver Ojek Online Dituduh Memeras Lalu Kena Pecat

Seorang ayah pengemudi go-jek online terpaksa harus kehilangan mata pencahariannya usai mengantar seorang penumpangnya.

Kasihan, Pasal Uang Rp 8 Ribu, Driver Ojek Online Dituduh Memeras Lalu Kena Pecat
Facebook
Ilustrasi 

Setelah turun, sang customer membayar si Bapak berlebih.

Ya, lebih TIGA RUBU RUPIAH saja.

Pastinya si Bapak tidak terima, beliau bilang 'Yang benar saja neng, saya nunggu sejam cuma dikasih tiga ribu.'

Akhirnya sang customer nambahin lima ribu lagi dan si Bapak pun pergi.

Kemudian saat si Bapak mendapat orderan baru, dia tidak bisa menerima orderan tersebut karena akunnya telah disuspend GO-JEK.

Customer sebelumnya memberi bintang 1 ke Bapak tersebut.

Dan yang lebih miris, dia meninggalkan note yang intinya berbunyi si Bapak telah MEMERAS customer tersebut.

Saya sontak meminta nomor handphone customer tersebut.

Namun, handphone nya tidak terlacak dari histori handphone.

Apalagi namanya. Saya juga menyarankan Bapak tersebut mengajukan banding.

Tapi beliau merasa itu sia-soa karena GO-JEK sangat menomorsatukan customer.

Tolong untuk yang merasa sebagai customer tersebut renungkan kelakuanmu dan pertanggungjawabkan.

Delapan ribu rupiah, plus opportunity cost si Bapak yang udah kamu PERAS selama satu jam.

Apakah pantas mendapat bintang 1 dan disebut sebagai MEMERAS?

Mungkin kamu bisa saja santai setelah kejadian tersebut, tapi si Bapak yang tadinya bisa mendapat orderan yang tidak sedikit dalam satu jam, sekarang jadi PENGANGGURAN gara-gara kamu.

Ingat, dia juga punya istri dan anak.

Dan sekali lagi, ini mata pencaharian beliau satu-satunya.

Bayangkan kalau beliau ayahmu.

Kalau kamu kira bikin akun GO-JEK yang baru itu mudah, kamu salah besar.

Perlu KTP dan plat nomor yang berbeda pastinya.

Dan ingat, GO-JEK selalu menomorsatukan customer.

Please, kalau kalian ga suka sama seorang driver, tegur saja secara langusng.

Karena rating yang kita berikan mempengaruhi hidup mereka.

*brb nangis di balik bantal*".

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved