Panwas Bangka Hentikan Penyelidikan Kampanye Hitam Terhadap Cagub Erzaldi

Sentra Gakumdu menilai temuan tersebut belum memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan karena kurangnya alat bukti

Panwas Bangka Hentikan Penyelidikan Kampanye Hitam Terhadap Cagub Erzaldi
Nurhayati/Bangkapos.com
Ketua Panwas Bangka Muhammad Subhan bersama didampingi Beny Kristanto Kejari Bangka dan Kasatreskrim Polres Bangka AKP Andi Purwanto, membacakan hasil akhir pembahasan Sentra Gakumdu terkait dengan dugaan black campaign terhadap Cagub Erzaldi Roesman Djohan, Sabtu (18/2/2017) saat konfrensi pers di Sekretariat Panwas Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA --Sentra Gakumdu Kabupaten Bangka tidak dapat menindaklanjuti dan menghentikan penyelidikan temuan dugaan black campaign atau kampanye hitam terhadap Calon Gubernur Babel Erzaldi Roesman Djohan terkait selebaran gelap mengenai Hutan Produksi Industri yang disebarkan oleh enam oknum warga di Kecamatan Riusilip Kabupaten Bangka.

Sentra Gakumdu menilai temuan tersebut belum memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan karena kurangnya alat bukti berupa keterangan ahli pidana pemilu.

Selain itu juga terkendala dalam penyelidikan disebabkan singkatnya batas waktu yakni hanya selama lima hari kerja.

"Temuan 004/TM/PILGUB-Panwas Bangka/II/2017 tanggal 12 Februari 2017, tidak dapat ditindaklanjuti sebagai pelanggaran tindak pidana pemilu," jelas Ketua Panwas Bangka Muhammad Subhan didampingi Beny Kristanto Kejari Bangka dan Kasatreskrim Polres Bangka AKP Andi Purwanto, Sabtu (18/2/2017) saat konfrensi pers di Sekretariat Panwas Bangka.

Untuk itu, rekomendasi yang diberi oleh Sentra Gakkumdu Bangka, pertama, tidak menindaklanjuti dan menghentikan temuan tersebut.

Kedua sehubungan dengan klarifikasi dan keterangan saksi dari para terlapor temuan itu tidak dapat ditindaklanjuti, tetapi bisa diupayakan mencari upaya hukum lain bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan.

"Pertama barang bukti temuan masih diamankan oleh Sentra Gakkumdu Bangka. Kedua untuk memberikan pembelajaran yang baik kepada masyarakat bahwa kasus serupa dapat dikenai upaya hukum lain berupa tindak pidana umum," tegas Subhan.

Sebagaimana diketahui Panwascam Riausilip, pada tanggal 17 Februari 2017 menangkap enam pelaku penyebar selebaran gelap. Kemudian temuan tersebut dijadikan temuan Panwas Bangka. Pihaknya bersama tim gakkumdu berusaha maksimal menuntaskan penyelidikan terkait dengan kasus dugaan black campaign tersebut.

"Kami mengapresiasi kinerja kawan-kawan Panwascam Riausilip, sehubungan mereka menemukan kegiatan penyebaran selebaran gelap," jelas Subhan.

Selain meminta keterangan para saksi maupun pelaku pihaknya melakukan pembahasan terakhir dimana dari keterangan tersebut pada intinya mereka sudah mendapatkan satu orang terlapor untuk pengembangan kasus tersebut.

Selengkapnya baca Harian Cetak Bangka Pos dan Babel News

Update berita, kunjungi www.bangka.tribunnews.com

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved