Peserta Aksi 212 Menginap di Gedung DPR Jika Ahok Tidak Diberhentikan

Aksi yang menuntut pemberhentian sementara Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta itu, akan digelar Selasa (21/2/2017) besok.

Peserta Aksi 212 Menginap di Gedung DPR Jika Ahok Tidak Diberhentikan
KOMPAS/EDDY HASBY
Mahasiswa se-Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi mendatangi Gedung MPR/DPR, Mei 1998, menuntut reformasi dan pengunduran diri Presiden Soeharto. Sebagian mahasiswa melakukan aksi duduk di atap Gedung MPR/DPR. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain mengatakan, demonstran akan menginap di depan Gedung DPR-MPR jika tuntutannya tidak terpenuhi.

Baca: Soal Aksi 212 Libatkan Panglima Begini Penjelasan Puspen TNI

Aksi yang menuntut pemberhentian sementara Basuki Tjahaja Purnama dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta itu, akan digelar pada Selasa (21/2/2017) besok.

"Kalau tuntutannya tidak dipenuhi, dua hari tidak, tiga hari tidak, kami sampai menginap di sini," kata Tengku, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Baca: Agus Yudhoyono Kalah, SBY Boyong Keluarga Besar Tinggalkan Jakarta

Agus Harimurti Yudhoyono, Almira Tunggadewi Yudhoyono, Kristiani Herawati, Aulia Tantowi Pohan jalan kaki di stasiun kereta api saat liburan ke Solo dan Karanganyar, Jawa Tengah.
Agus Harimurti Yudhoyono, Almira Tunggadewi Yudhoyono, Kristiani Herawati, Aulia Tantowi Pohan jalan kaki di stasiun kereta api saat liburan ke Solo dan Karanganyar, Jawa Tengah. (INSTAGRAM.COM/ANIYUDHOYONO)

Tengku mengatakan, aksi akan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dan diperkirakan akan dihadiri sekitar 100.000 orang dari 15 ormas.

"Dari MUI, dari MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), 15 organisasi massa. Sampai tuntutannya selesai," ujar Tengku.

Baca: Bu Kepsek Angkat Baju Lalu Berfose Pakai WA, Aduh Foto Syurnya Menyebar Kemana-mana

Pada hari ini, perwakilan demonstran yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khathath meminta kepada pimpinan DPR untuk memperjuangkan aspirasinya kepada Presiden Jokowi.

Selain itu, Al Khathath meminta kepada majelis hakim untuk segera menahan Ahok karena dianggap tidak mampu menjaga ucapan.

Baca: Dara Usia SMA Making Love Berkali-kali di Kantor SKPD Pemprov Kini Hamil 7 Bulan

Pada kesempatan yang sama, pengacara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Kapitra Ampera mengatakan, kedatangannya dan tuntutan saat demonstrasi besok tak bermaksud menyampaikan aspirasi politik, melainkan aspirasi hukum.

Baca: Istri Lucky Hakim Ngambek Gara-gara Disuruh Lepas Ini

Tiara Dewi
Tiara Dewi (Instagram)

"Konstruksi hukum pidana di negeri ini tak mengenal ukuran minimal maksimal. Harusnya DPR mendesak pemerintah untuk hal ini," kata dia.

Lihat video ini:

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved