Dituding Gelap Uang, Scarpiandy Lapor Balik Pimpinan Dewan ke Polda

Uang sejumlah Rp 50 juta itu saya tahan karena dia belum bayar biaya operasional untuk dua perkara yang saya tangani

Dituding Gelap Uang, Scarpiandy Lapor Balik Pimpinan Dewan ke Polda
bangkapos.com/dok
Scarpiandy 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Secarpiandy SH disebut-sebut selaku pihak terlapor dugaan tindak penggelapan uang milik Wakil ketua DPRD provinsi Bangka Belitung, Deddy Yulianto, membantah keras.

"Laporan itu tidak benar dan perlu saya bantahi laporan tersebut. Sebab hal itu adalah fitnah terhadap nama baik saya," kata Secarpiandy dalam jumpa persnya, Rabu (21/2/2017) sore di kafe kawasan Semabung Baru, Kota Pangkalpinang.

Meski begitu pengacara asal Bangka cukup ternama di ibukota Jakarta ini dihadapan awak media sore tadi mengaku jika persoalan ia dilaporkan ke Polres Bangka terkait tuduhan penggelapan uang senilai Rp 50 juta milik Deddy Yulianto itu sesungguhnya diduga tipu muslihat Deddy Yulianto (pelapor) guna menutupi kesalahan atau kecurangan terhadap dirinya.

"Uang sejumlah Rp 50 juta itu saya tahan karena dia belum bayar biaya operasional untuk dua perkara yang saya tangani sebagai hak retensi Advokat. Jadi sangat wajar saya menahan sejumlah uang itu," terang mantan pengacara Ayu Azhari itu.

Dijelaskannya lebih detil, persoalan tersebut berawal ketika ia diberikan kuasa secara resmi oleh Deddy Yulianto guna menagih uang kepada tuan Imran di Jakarta, selaku pihak yang menurut keterangan Deddy Yulianto jika uang yang ada di Imran merupakan uang untuk sogokan (suap) guna meloloskan keluarga Deddy menjadi anggota dewan.

Namun karena tidak berhasil menjadi anggota dewan, lalu Deddy meminta kepada tuan Imran sejumlah uang miliknya senilai Rp 125 juta.

Sebaliknya Imran malah tak memenuhi tuntutan Deddy sebaliknya menurut Secarpiandy, Imran malah menantang dan siap jika Deddy mau memprosesnya secara hukum.

"Alasan pak Imran tidak mau membayar karena uang senilai itu Rp 125 juta menurut keterangan ia (Imran--red) merupakan uang suap agar keluarga si Deddy itu jadi anggota dewan," terang Secarpiandy.

Meski diakuinya dalam menagih uang kepada Imran di Jakarta, Secarpiandy mengaku hanya diberikan sebesar Rp 50 juta dari tuan Imran.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved