Para Pekerja, Camkan Ini! Jangan Pernah Samakan Persaingan Sehat dengan Kompetisi

Mengapa ada orang yang lancar-lancar saja dalam bersaing, sementara di sisi lain, ada orang yang justru tak pernah lepas dari problem persaingan.

Para Pekerja, Camkan Ini! Jangan Pernah Samakan Persaingan Sehat dengan Kompetisi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Mengapa ada orang yang lancar-lancar saja dalam bersaing, sementara di sisi lain, ada orang yang justru tak pernah lepas dari problem persaingan.

Bagaimana sebenarnya cara bersaing yang sehat?

Jangan melihat kompetisi semata dengan orang lain, tetapi lebih kepada diri sendiri.

Baca: Nahas, Usai Jualan Bed Cover, Pria Ini Tak Sempat Pulang ke Rumah. Nasibnya Tragis!

Kalau gagal, jangan salahkan orang lain. Kompetisi itu harus dengan diri sendiri. Mau orang lain lebih bagus atau jelek, yang penting kita sudah maksimal. Yang penting achievement kita bagus.

Selain membiasakan bersaing dengan diri sendiri, bersaing sehat berarti juga melihat kinerja kini dan membandingkannya dengan kinerja sebelumnya, semester lalu misalnya, sehingga kita dapat berpacu dengan diri sendiri.

Selain untuk pribadi, persaingan sehat dapat juga diterapkan di komunitas kantor, meski kata persaingan itu sendiri cenderung berkonotasi kurang menguntungkan.

Baca: Sukses Hanya Karena Tak Mau Kalah dari Orang Lain? Hidup Kita Tak Akan Pernah Bahagia!

Seorang psikolog menyatakan bahwa persaingan sehat bisa diembuskan dari pimpinan. Misalnya, dengan menciptakan sistem dengan pengukuran-pengukuran kinerjanya jelas.

Atasan dapat mengatakan, "Kamu lihat pekerjaan temanmu lebih cepat, tepat waktu, dan tanpa kesalahan" atau "Kamu dinilai jelek karena pekerjaan kamu di edisi Juni tidak lengkap dan tidak fokus."

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help