Kapolri Pastikan Antasari Tidak Laporkan SBY, Justru Polri yang Dilaporkan

Antasari menduga penyidik melakukan pembiaran, seolah-olah menghilangkan atau menggelapkan barang bukti kasus yang membuatnya divonis

Kapolri Pastikan Antasari Tidak Laporkan SBY, Justru Polri yang Dilaporkan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar (kanan) bersama Adik Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsudin (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat mendatangi Bareskrim Mabes Polri di Gedung KKP, Gambir, Jakarta, Selasa (14/2/2017). Kedatangan Antasari untuk melaporkan kasus dugaan SMS palsu, yang membuatnya terjerat kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar bukan melaporkan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kasus pembunuhan yang menjeratnya.

Antasari melaporkan dugaan pidana persangkaan palsu atau rekayasa kasus (Pasal 417 KUHP) dan penghilangan barang bukti (Pasal 318 KUHP) ke Bareskrim Polri pada Selasa, (14/2/2017) lalu.

Menurut Tito, Antasari menyasar penyidik hingga Kombes M Iriawan yang saat itu Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) PMJ.

Baca: Kapolri Sebut Kapolda Metro Turut Terseret Rekayasa Kasus Antasari

M Iriawan kini menjadi Kapolda Metro Jaya dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen).

“Jadi, yang bersangkutan datang ke Mabes Polri justru untuk melaporkan anggota Polri, para penyidik, termasuk Kapolda Metro Jaya. Jadi, mohon maaf yang diaporkan bukan SBY,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Rabu (22/2/2017).

Baca: Kapolri Beberkan Ketua GNPF MUI Kirim Dana dari Aksi Bela Islam II dan III ke ISIS

Tito menyampaikan hal ini setelah mendapat tuduhan dari anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman, bahwa Polri ikut dalam ‘settingan’ serangan untuk SBY dan memfasilitasi atau memberi ‘karpet merah’ untuk Antasari pasca-bebas penjara.

“Kami keberatan Pak Benny bilang ada pembiaran, main mata atau lain-lain. Tidak,” kata Tito.

Tito menjelaskan, Antasari menduga penyidik melakukan pembiaran, seolah-olah menghilangkan atau menggelapkan barang bukti kasus yang membuatnya divonis 18 tahun penjara.

Ada empat hal yang disampaikan Antasari dalam laporannya.

Yakni baju dan celana korban, tembakan peluru, SMS dan keterangan dua orang saksi.

“Justru Polri yang dirugikan karena yang diserang adalah penyidik. Sedangka serangan ke Pak SBY enggak ada, serangan secara laporan tidak ada, tertulis pum tidak ada,” ujarnya. (kompas.com)

Editor: Hendra
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved