Pembudidaya Udang Galah Terkendala Lahan Usaha

Pembudidaya udang galah di Bangka Tengah (Bateng) mengeluh sulit mendapatkan lahan untuk usahanya.

Pembudidaya Udang Galah Terkendala Lahan Usaha
bangkapos.com/Riski Yuliandri
Wakil bupati bateng, Ibnu Saleh saat memberikan bantuan kepada ketua kelompok tani udang galah di sungaiselan, kamis (23/2/2017). 

Laporan wartawan bangka pos, Riski Yuliandri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pembudidaya udang galah di Bangka Tengah (Bateng) mengeluh sulit mendapatkan lahan untuk usahanya.

Lahan yang sulit didapat dan sangat mahal menjadi kendala tersendiri untuk mengembangkan usaha udang galah dibateng.

Salah satu pembudidaya udang galah di bateng, Kasmir mengatakan ia meminta pihak pemerintah dapat memberikan bantuan lahan bagi masyarakat yang ingin membuka usaha tambak.

"Kita hanya minta pemerintah bisa memberikan lahan untuk pembudidaya, kalau untuk buka lahan atau pengelolahan lainnya kita bisa usaha sendiri," ungkapnya, Kamis (23/2/2017).

Menurutnya untuk menjadi pengusaha udang galah, harus memiliki lahan minimal tiga hektar. Kasmir juga harus menggadaikan BPKB mobinya untuk membuka lahan udang galahnya hingga bisa mendapatkan lahan sebesar tiga hektar seperti saat ini.

"Kalau satu hektare, mungkin hanya untuk mencukupi kebutuhan dapur saja. Makanya untuk bisa dapat lebih, kita harus miliki lahan lebih dari itu," tambahnya.

Penulis: Riski Yulianri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved