Agus Indarjo: Hasilkan Guru-guru yang Terampil

Indikator kinerja pendidikan tinggi diukur dari kemampuannya menghasilkan tenaga terampil,

Agus Indarjo: Hasilkan Guru-guru yang Terampil
bangkapos.com/Giarti Hadi
Agus Indaro berfoto bersama jajaran pimpinan dan dosen STKIP MBB serta BPH 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Giarti Hadi

BANGKA POS.COM, BANGKA -- Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek & Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dr Agus Indarjo M. Phil menyebutkan indikator perguruan tinggi diukur dari kemampuannya menghasilkan tenaga-tenaga terampil yang mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia saat beraudensi dengan jajaran pimpinan, BPH dan civitas akademika di STKIP MBB, Jumat (24/2).

"Indikator kinerja pendidikan tinggi diukur dari kemampuannya menghasilkan tenaga terampil, kalau disini ya berarti menghasilkan guru-guru yang nanti bisa mendidik siswa dengan baik,"paparnya.

Untuk itu ia menekankan bahwa dalam perkuliahan bukan soal jumlah kehadiran yang penting namun justru konten perkuliahannya bisa sampai tidak kepada mahasiswa.

"Jangan asal ada kuliah 16 kali cukup pertemuannya namun penting dari ini adalah kontennya..ada tidak konten dalam perkuliahaan itu sehingga mahasiswa kalau ditanya kuliah apa bisa menjawab. Apa yang diterima oleh mahasiswa harus terukur benar,"tegasnya.

Ia bahkan mengandaikan mahasiswa seperti pegawai yang di kampus selama minimal 8 jam, dengan berbagai kegiatannya.

"Buat perpustakaan itu yang nyaman sehingga mahasiswa bisa buat tugasnya disana, buka lab- nya, agar mahasiswa itu kalau bisa minimal 8 jam di kampus dengan berbagai kegiatan yang memberikan bekal untuk kehidupan mereka setelah kuliah, contohlah perguruan tinggi seperti ITB, UI, UGM lihat kesana pantas kalau yang dihasilkan disana memiliki kualitas bagus,"jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut ia mengingatkan bahwa tugas seorang dosen tidak hanya menyampaikan keilmuan namun memiliki tanggungjawan tridarma perguruan tinggi.

"Maka dosen juga harus mengabdi kepada masyarakat, mampu meneliti, dosen ini punya tugas mentransdformasi ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdiannya kepada masyarakat,"jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dosen harus memiliki kemampuan menulis dalam berbagai jurnal maupun di media.

"Dosen harus nulis jangan ngomong doank..apa yang disampaikan adalah hasil dari membaca jurnal, buku hasil penelitian jadi tidak boleh asal ngomong yang tidak memiliki landasan tidak memiliki dasar,"jelasnya.

Sebelumnya kegiatan ini dibuka dengan paparan oleh Wakil Ketua 1 Pratiwi Amelia yang memaparkan rencana-rencana kedepan kampus STKIP. Turut hadir Ketua STKIP MBB Asyraf Suryadin, Pimpinan PBH Hasan Rumata dan Warsangka serta dosen dan pegawai dan guru-guru dari SD dan SMA Muhammadiyah.

Penulis: giarti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved