BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Makro

Timah Masih Berpengaruh Terhadap Ekonomi Babel Tahun Ini

Perekonomian Bangka Belitung sangat tergantung dan berbasis pada komoditas sumber daya alam seperti timah

Timah Masih Berpengaruh Terhadap Ekonomi Babel Tahun Ini
Bangkapos/Hendra
Balok Timah-- Petugas PT BGR sedang melakukan pengecekan balok timah di ekspor. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA --- Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Reniati mengungkapkan tahun 2017 produk timah masih memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung.

Perekonomian Bangka Belitung sangat tergantung dan berbasis pada komoditas sumber daya alam seperti timah, sawit, karet, dan lada.

Komoditas- komoditas ini rentan terhadap harga Internasional karena kebanyakan diekspor.

“Penurunan kinerja produk-produk  tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat Babel. Tetapi perlu diingat yang perlu dikembangkan adalah industrinya karena sektor industri memiliki value added yg lebih tinggi dan multiplier effect besar seperti kesempatan kerja yang luas dan peningkatan pendapatan melalui pajak sehingga PAD dan pendapatan masyarakat meningkat” ujar Reniati kepada Bangka Pos, Jumat (24/2).

Data dari kantor Bank Indonesia cabang Provinsi Kep. Bangka Belitung 2016 menunjukkan komposisi struktur ekonomi Babel sebagai berikut Pertanian, kehutanan dan perikanan 19,90%, Pertambangan dan Penggalian 11, 65%,  Industri Pengolahan 19,93%, Perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 14,75%, lain-lain 33,57 %.

Sejak tahun 2012 harga timah sebagai produk unggulan di Babel harganya terus mengalami penurunan yang kemudian direspon dengan berbagai kebijakan seperti pengurangan dan produksi timah.

Terlihat dari pangsa sektor industri pengolahan didominasi oleh industri timah angkanya menurun 25,07% menjadi 20,08%.

Demikian juga sektor pertambangan dari sekitar 13% di tahun 2015 menjadi sekitar 11% di tahun 2016.

“Pemerintah Daerah harus mulai bergerak ke sektor2 lain yg bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah selain timah.sehingga ekonomi tidak hanya ditopang oleh sektor tertentu saja. Sektor Perikanan dan Kelautan, Pertanian dan Pariwisata harus mulai mendapat porsi lebih. Disisi lain SDM harus dipersiapkan, masyarakat yang sudah terbiasa dengan keterampilan dan budaya menambang harus mulai dibekali dengan kompetensi di bidang industri dan jasa” sarannya.

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help