Muncul Berita yang Membuatnya Jengkel, Presiden Ini Larang Tiga Media Meliput di Kantornya

Gedung Putih melarang BBC dan sejumlah media internasional terkemuka untuk menghadiri sebuah jumpa pers informal

Muncul Berita yang Membuatnya Jengkel, Presiden Ini Larang Tiga Media Meliput di Kantornya
REUTERS/JONATHAN ERNST
Sekretaris Pers Sean Spicer tak memberikan jawaban jelas mengapa BBC, CNN dan New York Times dilarang masuk. 

BANGKAPOS.COM - Gedung Putih melarang BBC dan sejumlah media internasional terkemuka untuk menghadiri sebuah jumpa pers informal, memicu protes dari beberapa media yang lalu memboikot acara itu.

Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump melontarkan serangan lagi pada media dalam pidatonya, dengan mengatakan bahwa 'berita palsu' adalah 'musuh rakyat.'

Dia sebelumnya telah mengecam secara khusus CNN dan New York Times.

Laporan media terbaru yang menuding seorang pejabat kampanye Trump melakukan kontak dengan pejabat intelijen Rusia menjengkelkan sang presiden.

Tak lama setelah pidato Trump, Jumat kemarin, sejumlah organisasi media tertentu diundang ke kantor Sekretaris Pers Sean Spicer untuk suatu acara pers tak resmi, atau 'kumpul-kumpul.

BBC, CNN, New York Times dan beberapa lainnya tidak diperbolehkan mengikuti arahan pers ini, tanpa diberikan alasan.

Mereka yang diizinkan masuk ke dalam ruang antara lain ABC, Fox News, Breitbart News, Reuters dan Washington Times.

Politico, Buzzfeed dan Daily Mail juga diizinkan ikut, namun CNN adalah satu-satunya jaringan televisi utama AS yang ditolak masuk.

Sejumlah media seperti Associated Press, USA Today dan majalah Time melakukan protes pelarangan terhadap para sejawatnya itu dengan tidak bersedia menghadiri acara.

Redaktur Washington Post mengatakan, andai mereka tahu pelarangan itu, wartawan mereka juga akan ikut memboikot.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved