IMM Pangkalpinang Gelar Kajian Nalar Gerakan Kepeloporan

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pangkalpinang menggelar kajian nalar gerakan kepeloporan

IMM Pangkalpinang Gelar Kajian Nalar Gerakan Kepeloporan
posbelitung.com/dedy qurniawan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menandatangani peresmian Islamic Centre Masjid Ahmad Dahlan pada Milad Muhammadiyah ke-107 H/ke-104 M di Islamic Centre Masjid Ahmad Dahlan, Jalan Ngerawan, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Sabtu (7/1/2017). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pangkalpinang menggelar kajian nalar gerakan kepeloporan di Balai Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/2/2017).

Acara ini menghadirkan pemantik Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bidang hukum Faisal. Kegiatan dihadiri oleh seluruh kader IMM se-Babel.

"Dengan diadakan kegiatan ini untuk menumbuhkan spirit nalar gerakan kepeloporan bagi setiap kader merah maron di Babel," ujar Ketua PC IMM Kota Pangkalpinang‬, Ibnu Hajar.

‪Ibnu Hajar juga menjelaskan, sebagai entitas organik mahasiswa sifat dan gerakan IMM hampir sama dengan organ mahasiswa muslim lainnya yakni sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar.

Ide dasar gerakan IMM membangun tradisi intelektual dan wacana pemikiran melalui pencerahan intelektual dan pengkayaan intelektual.

Strategi pendekatan yang digunakan IMM melalui pemaksimalan potensi kesadaran dan penyadaran individu yang memungkinkan terciptanya nalar pradigma ilmiah sehingga menjunjung nalar tipologi gerakan IMM dalam membangun gerakan kemahasiswaan.

Sementara Rama selaku DPD IMM Babel juga mengatakan Trilogi Ikatan merupakan sebuah bentuk nilai-nilai ikatan guna ditransformasikan pada masyarakat dalam paradigma ikatan.

Terbentuknya trilogi ini sudah mengalami refleksi yang panjang dan lama sehingga dikenal sampai sekarang. Trilogi ikatan yang kita kenal merupakan suatu bentuk atau lahan perjuangan ikatan dalam segala ranah.

"Trilogi merupakan doktrin yang sudah terinternalisasi untuk itu, agar menjadi paradigma gerakan paling tidak kita melakukan penafsiran yang kontekstual terhadap trilogi agar dapat menjawab persolan global termasuk dalam dunia gerakan di Babel ini," ujarnya. 

Penulis: Dody
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved