Bos SPBU Belinyu Diadili Gara-gara Jual Solar Subsidi Harga Industri

Terdakwa Tomy Candra alias Sekwan lanjut JPU Aditia, telah menyalah-gunanakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak

Bos SPBU Belinyu Diadili Gara-gara Jual Solar Subsidi Harga Industri
bangkapos.com/Fery Laskari
ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bos minyak asal Belinyu, Tomy Candra alias Sekwan alias Senwan (49), diadili, Selasa (28/2/2017), Pemilik SPBU Nomor 24.332.150 Jl Raya Belinyu Desa Riau Kecamatan Riausilip Bangka itu didakwa atas tuduhan menjual BBM jenis solar subsidi ke harga industri, demi keuntungan pribadi.

Surat dakwaan disusun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel Ahmad Risol, dan dibacakan JPU Pengganti dari Kejari Bangka, Aditia Sulaeman di hadapan Terdakwa Tomy Candra alias Sekwan.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Surono, didampingi dua anggota.

"Bahwa Terdakwa Tomy Canda alias Sekwan alias Senwan anak dari Cen Kim Hyun, bersama Saksi Budi Chandra alias Budi anak dari Koe Sen Ci (penuntut dilakukan terpisa), dan Saksi Sandi Wijaya alias Asan anak dari Ajiu pada jari Jumat, Tanggal 7 Oktober 2016 skira Pukul 17.40 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain sekitar Bulan Oktober 2016 bertempat di SPBU 24.332.150 Jl Raya Belinyu Desa Riau Kecamatan Riausilip Bangka atau setidak-tidaknya di tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sungailiat yang berewenang mengadili perkara ini," kata JPU Pengganti Aditia, membacakan surat dakwaan yang disusun JPU Ahmad Riso di hadapan majelis hakim PN Sungailiat, petang tadi.

Terdakwa Tomy Candra alias Sekwan lanjut JPU Aditia, telah menyalah-gunanakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak ang disubsidi pemerintah.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan tersebut," kata JPU Aditia, menyebut, Sekwan selaku pemilik SPBU tersebut merupakan aktor utama pelanggaran hukum yang dimaksud.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help