Kisah Ibu-ibu yang Terpaksa Merantau dan Tinggalkan Anak, Ternyata Hanya Demi Ini

Ibu-ibu asal Indonesia rela meninggalkan anak-anak mereka merantau ke luar negeri, ini yang mereka cari

Kisah Ibu-ibu yang Terpaksa Merantau dan Tinggalkan Anak, Ternyata Hanya Demi Ini
BBC INDONESIA
Catur berlinang air mata ketika menatapi foto anak-anaknya. 

BANGKAPOS.COM - Di sebuah taman kecil, tak jauh dari jalur rel kereta ringan di kawasan Puchong, Johor, Malaysia, Catur tak kuasa menahan air mata ketika menceritakan bagaimana ia harus mencari nafkah setelah ibunya meninggal dunia.

Usianya pada saat itu delapan tahun dan duduk di sekolah dasar di Malang, Jawa Timur. Sekitar 20 tahun silam ketika Catur berusia belasan tahun, ia merantau ke Malaysia sebagai lulusan SD.

"Saya pernah kerja menyapu di pinggir jalan, bekerja sebagai pembersih, lantas sebagai tukang las. Bos saya pun kagum. Mengapa saya ada kemauan belajar mengelas padahal saya seorang perempuan? Saya hanya jawab, kenapa orang laki boleh buat, saya tak boleh buat?"

TKW  (tenaga kerja wanita) ini kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas yang memaksanya berhenti menjadi tukang las karena dokter memintanya untuk tidak mengangkat beban berat atau bekerja berat.

Tak bisa memeluk anak

Ia pun pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama satu tahun dan delapan bulan. Selama itu pula, akunya, ia disekap oleh majikan.

"Lalu saya dengar kabar anak saya yang pertama jatuh dan kaki patah. Pikiran saya kacau. Saya minta cuti dua minggu saja tidak dikasih. Saya mau kirim uang tidak dikasih. Saya berpikir untuk bunuh diri," kenangnya.

"Sebab saya merasa bersalah, saya sudah menjadi ibu tapi waktu anak saya membutuhkan saya, saya tak bisa melihatnya, tak bisa memeluknya. Dari segi keuangan pun saya tak bisa tolong."

Klaim penyekapan itu sulit diverifikasi, namun kasus-kasus seperti itu jamak dijumpai di Malaysia.

"Kami masih menghadapi pengaduan-pengaduan dari warga kita yang melarikan diri dari majikan, salah satunya karena tidak boleh keluar dan lain sebagainya. Masih ada kasus-kasus itu," kata Kepala Fungsi Konsuler KBRI di Kuala Lumpur, Yusron B. Ambary.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help