Walhi Sebut Rencana HTI Babar Belum Ada Persetujuan Masyarakat

Sebagian besar masyarakat baru mengetahui keberadaan PT. BRS ketika ada studi yang dilakukan oleh Ekologika tahun 2015 silam.

Walhi Sebut Rencana HTI Babar Belum Ada Persetujuan Masyarakat
bangkapos.com/dok
Direktur Walhi Babel, Ratno Budi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Eksekutif Walhi Babel Ratno Budi menyebut, selain menjadi pemasok PT OKI Pulp and Mills di Sumatera Selatan, milik Asia Pulp and Paper, PT Bangun Rimba Sejahtera (BRS), belum melakukan konsultasi dan memperoleh persetujuan masyarakat dalam operasional perusahaan tidak pernah terjadi, sebagaimana prinsip FPIC.

Justru menurut Ratno, sosialisasi yang dilakukan PT BRS, hanya melibatkan aparat seperti Polisi dan TNI. Apalagi, tutupan hutan pada tahun 2016 pada lokasi izin PT. BRS hanya 9.706 hektar atau hanya 15 % dari total konsesi.

Selain itu, Ratno menilai APP tidak cukup transparan dalam proses asosiasi PT BRS menjadi pemasok untuk OKI Pulp and Mills, dimana hal ini bertentangan dengan komitmen Forest Conservation Policy yang sudah diumumkan pada tahun 2013.

" Sebagian besar masyarakat baru mengetahui keberadaan PT. BRS ketika ada studi yang dilakukan oleh Ekologika tahun 2015 silam. Sayangnya hingga saat ini masyarakat tidak mendapatkan hasil tertulis dari studi tersebut," ujar Ratno kepada bangkapos.com, Rabu (1/3/2017).

Penulis: Antoni Ramli
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved