Beredar Kabar Pimpinan DPR Berbeda Jalan, Rizieq Shihab Dibatalkan Bertemu Raja Salman?

Masih belum jelas, apakah tokoh FPI, Muhammad Rizieq Shihab benar-benar diundang dan benar-benar datang di DPR

Beredar Kabar Pimpinan DPR Berbeda Jalan, Rizieq Shihab Dibatalkan Bertemu Raja Salman?
TRIBUNNEWS/PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SUPARTO
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud berjalan bersama Presiden Joko Widodo saat tiba di bandara Halim Perdana, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Raja Salman direncanakan akan berada di Jakarta hingga Jumat 3 Maret mendatang dan akan bertolak ke Pulau Bali setelahnya. 

BANGKAPOS.COM - Masih belum jelas, apakah tokoh FPI, Muhammad Rizieq Shihab benar-benar diundang dan datang di DPR untuk menghadiri acara pidato Raja Salman dari Arab Saudi, Kamis (2/3) ini.

Sebelumnya, pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan kepada wartawan, bahwa kliennya mendapat undangan itu bersama sejumlah tokoh dari Gerakan Nasional Penegakan Fatwa MUI (GNPF MUI), namun pihak DPR yang dihubungi BBC tidak bisa memberikan kepastian.

Dalam daftar undangan terakhir yang diperoleh BBC yang belum bisa diverifikasi kebenarannya, terdapat 61 nama dari berbagai lembaga dan organisasi Islam. Nama Rizieq Shihab berada di urutan 12.

Namun seorang anggota DPR yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan, undangan terhadap Rizieq Shihab dibatalkan atas perintah seorang pimpinan DPR.

"Tapi sebelumnya juga undangan buat Rizieq Shihab itu manuver dari seorang unsur pimpinan DPR yang lain. Dan terus dibatalkan oleh manuver lain dari unsur pimpinan DPR yang lain lagi," katanya.

Ia menyebut nama para pimpinan DPR yang saling bermanuver itu, namun meminta untuk tidak ditulis.

Betapa pun, pengacara Kapitra Ampera mengatakan kepada wartawan bahwa Rizieq Shihab akan diusahakan untuk tetap hadir dan bertemu Raja Salman di DPR.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak mengukuhkan benar atau tidaknya undangan itu, namun ia mengatakan, jika pun diundang, tak ada yang salah.

"Kalau di antara undangan yang hadir ada tokoh yang dikenal kritis, itu kan biasa. Masak yang itu tidak boleh diundang," katanya kepada BBC Indonesia.

Hadir atau tidaknya Rizieq Shihab cukup jadi perbincangan, terkait dengan suasana politik Pilkada Jakarta, kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Asep Salahudin.

Terutama setelah Basuki Tjahaja Purnama, terkait posisi protokolernya sebagai Gubernur Jakarta, turut menyambut kedatangan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusumah.

Menurut Asep, sebagai pemimpin Arab Saudi, Raja Salman dianggap salah satu lambang Islam, karena Arab Saudi adalah tanah tempat kelahiran para nabi, sehingga pertemuan dengan Raja Salman dianggap jadi lambang legitimasi dua pihak yang berseteru.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved