Setelah Pensiun, Benarkah Kita Hanya Perlu Bersenang-senang, Tanpa Harus Terus Belajar?

Atau benarkah jika kita memang harus terus belajar sepanjang hayat, tanpa benar-benar menikmati hidup?

Setelah Pensiun, Benarkah Kita Hanya Perlu Bersenang-senang, Tanpa Harus Terus Belajar?
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Jika ditanya kapan waktu yang tepat untuk berhenti belajar, apa jawaban Anda? Usia 50, 60, atau 70?

Sebagian besar orang mungkin merasa bahwa setelah pensiun, sudah tidak perlu lagi kita belajar.

Kita cukup melakukan hal-hal yang menyenangkan dan menghabiskan sisa hidup dengan bersantai-santai.

Namun, benarkah hal tersebut?

Dari belajar, kita sebenarnya jadi tahu bagaimana berpikir tentang satu hal, mengingat hal-hal penting, menanyakan berbagai macam hal lain yang berkaitan, dan sebagainya.

Menurut penelitian, saat belajar kita menghidupkan sel-sel otak secara unik dan membuat kita jadi lebih pintar.

Jadi, jika ingin terus menjadi lebih pintar lagi, kita tidak boleh berhenti belajar! Lebih banyak kita belajar, maka kita akan menjadi lebih pintar pula.

Saat bicara tentang konsep belajar, Anda mungkin membayangkan pelajaran matematika, fisika, biologi, atau kimia.

Padahal, belajar tidak harus melulu tentang hal tersebut. Kita bisa belajar tentang hal-hal yang merupakan hobi.

Misal, orang yang senang merajut mungkin akan belajar pola-pola baru, orang yang senang desain mungkin belajar program baru, orang yang senang berkebun memelajari karakteristik tanam-tanaman, dan sebagainya.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved