Posko SPGDT Terpadu Akan Dibuat di Kantor Bupati Bangka

Rencananya SPGDT ini dibuat posko terpadunya di Kantor Bupati Bangka akan diisi oleh para petugas medis, petugas pemadam kebakaran, tagana

Posko SPGDT Terpadu Akan Dibuat di Kantor Bupati Bangka
bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat ketika memeriksa isi mobil Ambulance SPGDT Sepintu Sedulang bantuan dari Kementerian Sosial. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka akan memperkuat Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Sepintu Sedulang di Kabupaten Bangka.

Rencananya SPGDT ini dibuat posko terpadunya di Kantor Bupati Bangka akan diisi oleh para petugas medis, petugas pemadam kebakaran, tagana hingga aparat kepolisian.

"Kita mendengarkan paparan dari profesor dokter ahli bedah, untuk mentrasferkan ilmunya kepada kita. Selama ini penangganan gawat darurat, seperti bencana alam, puting beliung, kecelakaan, serangan jantung hanya ditanggani oleh dokter. Jadi kita akan buat sistem dan dilatih dulu di pos komandonya ada di kantor bupati, diisi oleh polisi, para dokter termasuk dokter bedah dan spesialis, di isi satpol pp monitor kalau ada kecelakaan atau serangan jantung, maksimal 10 menit sudah sampai ke rumah sakit atau puskesmas," jelas Bupati Bangka H Tarmizi Saat kepada bangkapos.com, Senin (6/3/2017) di Kantor Bupati Bangka.

Sedangkan di kecamatan akan dibuat poskonya di masing-masing rumah sakit ataupun puskesmas. Untuk itu para personil SPGDT Sepintu Sedulang akan ditambah agar lebih lengkap. Dengan demikian pelayanan medis yang diberikan bisa lebih cepat dan terpadu untuk meminimalisir terjadinya korban meninggal dunia.

"Ambulance itu bisa dimodifikasi dan diisi oleh lima orang. Di Amerika dan Jerman 300 orang yang kecelakaan meninggal dunia hanya tiga orang. Di Indonesia musibah kecelakaan 360 meninggalnya 400 orang karena apa lambat penanganannya," ungkap Tarmizi.

Oleh karena itu, akan dibuat sistemnya secara terpadu agar pelayanan dan penanganan SPGDT lebih cepat.

"Kita minta hitung ke Ibu Then (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti-red) berapa biaya diklatnya masing-masing," kata Tarmizi.

Menurutnya posko SPGDT ini bukan sekedar untuk menangani masalah kesehatan tetapi juga menangani semua musibah seperti banjir, kebakaran, bencana longsor, kecelakaan dan lainnya.
Penerapan posko terpadu ini diakui Tarmizi baru ada di 11 negara.

"Mudah-mudahan di Indonesia bisa kita terapkan di sini nanti kita lihat biayanya berapa," jelas Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved