Home »

Lokal

» Bangka

Bos SPBU Geleng-gelengkan Kepala Saat Diadili

Polisi butuh waktu empat pekan untuk membongkar kedok Tomy Candra alias Sekwan alias Senwan (49), Pemilik SPBU di Desa Riau

Bos SPBU Geleng-gelengkan Kepala Saat Diadili
bangkapos.com/Fery Laskari
Tomy Candra alias Sekwan si pemilik SPBU di Desa Riau Kematan Riausilip Bangka (posisi paling tengah), diadili di PN Sungailiat, Selasa (7/3/2017). Tampak bos minyak asal Belinyu ini diapit dua anak buahnya, Budi dan Asan, yang juga diadili. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polisi butuh waktu empat pekan untuk membongkar kedok Tomy Candra alias Sekwan alias Senwan (49), Pemilik SPBU di Desa Riau Kecamatan Riausilip.

Sebelum ditangkap, Sekwan disinyalir telah berulang kali-kali melakoni bisnis ilegal, menjual solar subsidi dengan harga industri. Polisi memprediksikan, Sekwan selama ini meraih untung besar.

Fakta ini terungkap di persidangan, Selasa (7/3/2017), saat seorang polisi dari Jajaran Polda Babel, Rangga, bersaksi di hadapan Jaksa dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. Rangga dihadirkan, karena dia dan rekan seprofesinya, Radika, adalah si pembongkar binis pengusaha asal Belinyu itu.

Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Surono didampingi dua anggota majelis, saat sidang, meminta Saksi Rangga menceritakan kronologis penangkapan tersebut.

"Bermula akhir 2016 lalu kami (Polda Babel) mendapat informasi dari masyararakat yang menyebutkan, terdakwa (Sekwan) sering menjual solar subsidi dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET)," kata Rangga, memulai kesaksiannya, Selaa (7/3/2017).

Informasi tadi lanjut Rangga, ditindaklanjuti Polda Babel. Dia dan rekan seprofesi, Radika, diterjunkan untuk melakukan penyelidikan.

"Satu bulan kami selidiki. Kita datang minggu (pekan) pertama (ke SPBU milik Sekwan), namun belum matang (dugaan pelanggarannya)," katanya.

Rangga mengaku, datang lagi pada pekan kedua, namun hasilnya masih sama. Namun Tim Polda Babel, tak mau putus asa. Hingga akhirnya, saat penyelidikan pada pekan ke empat, penangkapan dilakukan. "Baru pada minggu keempat, informasi ini matang (ditemukan bukti kuat)," katanya.

Saat bukti sudah didepan mata, 7 Oktober 2016 petang, kasus ini terbongkar sempurna. Saat itu, pekerja di SPBU dipergoki menjual solar subsidi sebanyak 5 ton (5000 liter) kepada seorang pengusaha setempat, tanpa ijin, Asuii.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help