Politisi PDIP Ini Mengaku Tahu Kasus Korupsi e-KTP Bakal Meledak dari Dua Wartawan

Nama-nama tokoh besar muncul dalam surat dakwaan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Politisi PDIP Ini Mengaku Tahu Kasus Korupsi e-KTP Bakal Meledak dari Dua Wartawan
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Anggota Komisi II DPR RI, Budiman Sudjatmiko 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Nama-nama tokoh besar muncul dalam surat dakwaan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Nama-nama besar itu berasal dari sektor politik, birokrasi, dan swasta.

Sebanyak 14 orang di antaranya merupakan anggota dan mantan anggota DPR RI yang telah mengembalikan uang pemulusan pengadaan proyek e-KTP.

Total sekitar Rp 30 miliar nilai nominal uang yang dikembalikan tersebut.

Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, mengaku tak mengetahui aliran uang dari korupsi pengadaan proyek e-KTP itu.

Meskipun, pada saat itu, Budiman terdaftar sebagai anggota Komisi II DPR RI, namun dia tak menerima aliran uang.

Untuk kepastian hukum, dia meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya mengusut tuntas kasus tersebut.

"Siapa yang menerima dan tidak menerima, saya tidak tahu. Tetapi dengan dasar kenyataan saya tak menerima, saya berkeyakinan ada anggota Komisi II lainnya yang tak menerima. Saya mendukung KPK menelusuri," tuturnya, Senin (6/3/2017).

Sebagai anggota Komisi II DPR RI, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada itu mengetahui proyek e-KTP itu bermasalah setelah menerima informasi dari dua orang wartawan.

"Ada dua wartawan memberitahu saya kasus e-KTP akan meledak dan di antaranya memberitahu nama disebut sebagai salah satu anggota DPR yang tak menerima aliran dana dari kasus itu," kata dia.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved