Pembangunan di Daerah Kadang Terkendala Status Kawasan Hutan

Rencana pengembangan pembangunan di suatu daerah di Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka, terkadang terkendala oleh status kawasan

Pembangunan di Daerah Kadang Terkendala Status Kawasan Hutan
bangkapos.com/dok
Achyarani

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tokoh Pemuda Kecamatan Riausilip Achyarani menilai, rencana pengembangan pembangunan di suatu daerah di Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka, terkadang terkendala oleh status kawasan.

"Misalnya pemerintah daerah dan masyarakat maunya membangun di suatu tempat, tapi dalam perkembangan berikutnya, setelah di cek lahannya, ternyata lahannya berstatus kawasan, akhirnya nggak jadi membangun atau harus cari lokasi di luar kawasan, padahal lokasi di luar kawasan, juga sudah terbatas, status kawasan inilah yang kadang jadi kendala pelaksanaan pengembangan pembangunan," ungkap Achyarani kepada bangkapos.com, Rabu (8/3/2017).

Dikatakan Achyarani, seperti keinginan pemda dan masyarakat yang ingin mengembangan beberapa lokasi air terjun di Gunug Maras Kecamatan Riausilip, sampai sekarang juga belum bisa dilakukan atau dibangun menjadi obyek wisata umum dan wisata alam, karena terkendala status kawasan.

Idealnya, kalau ada potensi besar yang bisa membawa dampak kemajuan bagi daerah dan masyarakat, pusat juga perlu memberikan toleransi ke daerah, paling tidak daerah diberikan hak untuk pengelolaan.

"Sebenarnya, kalau pusat memberikan hak kelola terhadap Gunung Maras itu ke pemda dan masyarakat, saya yakin, pemda dan masyarakat bisa melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan potensi yang ada, tanpa merusak lingkungan hutan," jelas Achyarani.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved