Pengusaha Bobol 7 Bank Senilai Rp 836 Miliar Begini Modusnya

Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan pembobolan tujuh bank senilai Rp 836 miliar lewat modus pailit atau penundaan kewajiban pembayaran utang.

Pengusaha Bobol 7 Bank Senilai Rp 836 Miliar Begini Modusnya
KOMPAS.com / DANI PRABOWO
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya (kiri) saat menunjukkan bukti kejahatan kasus dugaan pembobolan bank senilai Rp 836 miliar di Kantor Bareskrim Polri, Kamis (9/3/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan pembobolan tujuh bank senilai Rp 836 miliar lewat modus pailit atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Ada dua orang tersangka yang telah diamankan atas kasus kejahatan yang terjadi dalam kurun waktu Maret-Desember 2015 itu.

Baca: Warga Kaget Melihat Pangeran Arab Turun dari Mercy Hanya Pakai Ini

Dua tersangka berinisial D dan HS (Harry Suganda, key person PT Rockit Aldeway) diamankan petugas pada 23 Februari 2017 lalu.

PT Rockit Aldeway adalah perusahaan bahan bangunan, batu pecah.

D bertindak sebagai seorang manajer representatif sebuah bank.

Baca: Cantiknya Pramugari Rombongan Raja Salman Saat Kenakan Busana Penari Bali

Sementara, Harry adalah pihak yang mengajukan kredit ke bank dari PT Rockit Aldeway.

"Kasus ini terkait dengan pembobolan bank dengan modus kredit. Ini kredit macet yang di dalamnya ada kejahatan. Jadi perusahaan mengajukan kredit dan mempailitkan untuk menghindari pembayaran kredit," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, di Kantor Bareskrim, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (9/3/2017).

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan empat bank.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help