Home »

Lokal

» Bangka

Benahi Pengelolaan Limbah, PDAM Bangka Buat Tempat Penampungan

Pada awalnya mereka tidak menyadari bahwa tingkat kebocoran produksi PDAM cukup tinggi salah satunya pembuangan limbah.

Benahi Pengelolaan Limbah, PDAM Bangka Buat Tempat Penampungan
Nurhayati/Bangkapos.com
Dirut PDAM Tirta Bangka bersama staf sedang mengawasi pembersihan laham untuk penampungan limbah, Jumat (10/3/2017) di belakang Kantor PDAM Tirta Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- PDAM Tirta Bangka membenahi saluran limbah air PDAM yang selama ini terbuang percuma sehingga bisa diolah kembali. Untuk itu pihak PDAM melakukan membuat penampungan limbah agar bisa dimanfaatkan kembali.

"Kami fokus ke kualitas tentang pelayanan PDAM sehingga limbah sisa produksi PDAM pun kami manfaatkan. Salah satunya dengan pembuatan penampungan limbah," jelas Direktur Utama PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir, Jumat (10/3/2017) di PDAM Tirta Bangka.

Pada awalnya mereka tidak menyadari bahwa tingkat kebocoran produksi PDAM cukup tinggi salah satunya pembuangan limbah.

Setelah ada laporan dari pihak Bappeda Kabupaten Bangka dan warga sekitar ternyata air PDAM sering meluap dari gorong-gorong yang hampir puluhan tahun tersumbat dan buntu karena berisi karung. Untuk itulah pihaknya mencoba membuat penampungan dan pengelolaan limbah kembali.

"Kita berharap siapa tahu nanti sisa-sisa limbah betul-betul bisa dimanfaatkan kembali, tetapi untuk sekarang ini masih proses penampungan limbah PDAM dulu karena salah satu syarat PDAM yang sehat itu harus memiliki untuk penampungan limbah," ungkap Wellindra.

Diakuinya, selama ini limbah PDAM setelah dicuci langsung dibuang padahal prosesnya menggunakan bahan kimia, air kotor tersebut dalam waktu tidak begitu lama satu hingga dua jam kotorannya sudah mengendap, sayang jika air limbah dicuci tersebut dibuang.

"Berapa bahan kimianya, kenapa dak kita manfaatkan lagi. Jadi saya mencoba bak penampung lama itu dilakukan penampungan dulu kami olah lagi ternyata efektif. Sayang air yang sudah diolah tersebut yang sudah dicampur bahan kimia, dibuang begitu saja. Sementara soda, tawas, kapur kan mahal, nah ini harus dimanfaatkan lagi," kata Wellindra.

Dengan demikian kebocoran air PDAM bisa lebih ditekan. Apalagi menurutnya kebocoran PDAM diluar prediksinya dibawah 10 persen karena mereka cepat tanggap memperbaiki, baik siang, malam bahkan hingga dinihari.

Untuk itu penampungan limbah ini dibuat di luar pagar PDAM yang menggunakan lahan Pemkab Bangka.

"Lahan itu milik pemerintah daerah namun saya secara lisan sudah minta izin sama bupati, pak dewan pengawas, dan Pak Dalyan Amri selaku Kasatpol PP prinsipnya pemanfaatan lahan itu. Banyak hal pertama pohon-pohon dekat kantor PDAM itu besar-besar jangan sampai nimpa tiang listrik dan kantor PDAM, kalau tidak diantisipasi dari sekarang jangan nunggu sudah roboh baru kita tebang. Tidak bisa ditebang dengan sistem manual jadi kami harus mengerahkan alat berat," kata Wellindra.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help