Bolehkah e-KTP Difotokopi, Begini Penjelasan Teknisnya!

Sebelum kasus korupsi e-KTP, pernah muncul kehebohan soal surat edaran Mendagri yang melarang memfotokopi e-KTP membuat masyarakat bingung.

Bolehkah e-KTP Difotokopi, Begini Penjelasan Teknisnya!
bangkapos.com/Subrata
Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari masa ke masa di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Belitung. 

BANGKAPOS.COM - Jauh sebelum kasus korupsi yang disebut menjerat banyak nama tokoh nasional, yang belakangan ini ramai diberitakan, KTP elektronik alias e-KTP juga pernah membuat kehebohan.

Kehebohan itu, tak lain dan tak bukan, disebabkan oleh surat edaran Menteri Dalam Negeri pada pertengahan 2013 lalu.

“Apabila difotokopi berulang-ulang, KTP dikhawatirkan rusak. Untuk memperbarui KTP elektronik yang rusak atau hilang, pihak kelurahan belum melayani,” tulis Kompas, 11 Mei 2013.

Begitulah salah satu pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri saat ini. Yang menakutkan adalah, selain KTP rusak, adalah kelurahan belum bisa melayani pembuatan e-KTP baru.

Jadi, selama itu kita dianggap tak berkewarganegaraan, atau menggunakan KTP manual.

Namun, benarkah e-KTP yang dibuat dengan anggaran triliunan rupiah--yang belakangan diketahui hampir separuh anggarannya dikorupsi--itu itu begitu ringkih dan kalah oleh mesin fotokopi?

Seorang bernama Atmo Gandul menulis di Kompasiana soal ini. Menurutnya, sama sekali tidak ada alasan teknis yang mendasari pernyataan tersebut.

Bahkan pakar informatika, Robby Alamsyah menyatakan bahwa e-KTP aman difotokopi.

Atmo mengaku bukan ahli informatika, namun punya sedikit ilmu di bidang elektronika. Ia pun membeberkan beberapa fakta berkaitan dengan e-KTP.

Chip yang dipasang pada e-KTP adalah jenis Radio Frequency Identification (RFID). Ketika mendapat trigger dari pemancar, chip ini akan mengirimkan data ke pembaca kartu (card reader).

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved