Inilah Penyakit Disebabkan Karena Gaya Hidup, Berbahaya Bisa Menyebabkan Kematian

Katastropik yaitu penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat terjadi ancaman yang membahayakan keselamatan jiwa.

Inilah Penyakit Disebabkan Karena Gaya Hidup, Berbahaya Bisa Menyebabkan Kematian
Nurhayati/Bangkapos.com
Bupati Bangka H Tarmizi Saat menyalami para Pengurus IPDI Babel yang baru dilantik, Minggu (12/3/2017) di Novilla Boutique Resort and Spa. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Masyarakat sekarang ini harus lebih waspada dan memperhatikan asupan makanan untuk tubuh, karena saat ini tren penyakit katastropik semakin meningkat.

Penyakit katastropik di antaranya adalah penyakit jantung dan kardiovaskular, stroke, kanker, gagal ginjal, dan hipertensi.

Katastropik yaitu penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat terjadi ancaman yang membahayakan keselamatan jiwa.

Faktor gaya hidup banyak menyumbang pada penyakit katastropik.

Hal ini terungkap pada saat Simposium Dialisis 2017 dan Pelantikan Ikatan Perawat Dialisis Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (12/3/2017) di Novilla Boutique Resort Sungailiat.

Menurut Ketua Pengurus Daerah IPDI Babel Suhardiansyah penderita penyakit katastropik di Babel semakin tahun semakin bertambah.

"Kecenderungan meningkatnya tren penderita penyakit katastropik menyadarkan kita pentingnya menggalakkan upaya preventif dan promotif, serta screening bagi masyarakat terutama yang mempunyai risiko tinggi," ungkap Suhardiansyah.

Di Indonesia salah satu penyakit katastropik yang mengancam adalah penyakit ginjal, gangguan organ ini biasanya terjadi akibat kerusakan jaringan ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah atau dikenal juga dengan istilah nefropati.

"Penyakit ini tidak menular namun dapat dicegah. RSUD Sungailiat merupakan pelayanan pertama haemodialisis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Suhardiansyah.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help