Sanem Kesal Provinsi Babel Tak Adil, Belitung Nggak Kebagian Bus dan Menhub

selama ini mayoritas yang mengakomodir pembangunan di Belitung adalah Pemerintah Pusat melalui berbagai Kementrian.

Sanem Kesal Provinsi Babel Tak Adil, Belitung Nggak Kebagian Bus dan Menhub
bangkapos.com/Disa Aryandi
Bupati Belitung, Sahani Saleh 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Suasana Rapat Musrenbang 2017, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dikantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belitung, Senin (13/3/2017) sempat mendengarkan diskusi panjang dari berbagai narasumber unsur pejabat.

Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) saat pelaksaan ini, mendapatkan kesempatan untuk naik keatas mimbar dengan maksud memberikan sambutan kepada seluruh undangan yang ada.

Dengan menggunakan baju seragam coklat, orang nomor satu di Kabupaten Belitung ini menyampaikan berbagai perihal tentang pembangunan di Negeri Laskar Pelangi.

Disela-sela sambutan ini, Bupati Belitung menyampaikan berbagai keresahan atau kekesalannya tentang kesetaraan pembangunan yang diregulatori oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Menurut dia, selama ini mayoritas yang mengakomodir pembangunan di Belitung adalah Pemerintah Pusat melalui berbagai Kementrian.

Sehingga ia menilai ada ketidakadilan dan ketidaksamaan antara Kabupaten Belitung dan Pemerintah Provinsi.

"Jadi justru yang banyak mengakomodir daerah (Belitung) ini pusat, bukan provinsi. Kita lihat tadi mungkin pusat jelas RPJMD dan RPJPD apa yang dibicarakan seolah pusat, sementara provinsi masalah IPN dan IPK pening (pusing) kepala," kata Sanem, Senin (13/3/2017).

Ia mengatakan, telah menyampaikan program dari Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Pusat. Terutama dari segi visi dan misi daerah, yang semula telah direncanakan.

"Nah yang ini jangan lagi dikhianatin. Ini kemarin jelas, untuk transportasi datang menteri Pak Jonan kesini. Lobi mengenai Bus, ok Pak Bupati terlalu banyak 40 Bus kata beliau (pak Jonan). Habis itu kita dikasih 20 Bus (saat GMT). Nah turun ke Provinsi, tau-tau sudah dibagi-bagikan dia, akhirnya kaper (tidak) kita dapat," jelasnya. (*).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved