Polygon PVR Team Raih Hasil Positif di Putaran Pertama Kompetisi Indonesian Downhill 2017

Daya tarik wisata alam ini yang utama adalah panorama pegunungan, garangnya lanskap Gunung Merapi,

Polygon PVR Team Raih Hasil Positif di Putaran Pertama Kompetisi Indonesian Downhill 2017
IST
Lanskap Gunung Merapi dan lingkungan pedesaan yang asri dipilih sebagai lokasi ajang kompetisi sepeda paling ekstrim di Indonesia, yaitu Indonesian Downhill (IDH) Urban putaran pertama pada 4-5 Maret 2017.

JAKARTA, BANGKAPOS.COM --Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Pada tahun 2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa.

Kemajuan yang positif tersebut, juga berdampak pada munculnya potensi pariwisata dari berbagai daerah. Salah satu daerah yang potensial adalah New Selo Boyolali yang terletak di sebelah timur lereng Gunung Merapi.

Daya tarik wisata alam ini yang utama adalah panorama pegunungan, garangnya lanskap Gunung Merapi, lembutnya lanskap Gunung Merbabu, dan lingkungan pedesaan yang asri.

Kontur geografis yang menarik, menjadikan New Selo dipilih sebagai lokasi ajang kompetisi sepeda paling ekstrim di Indonesia, yaitu Indonesian Downhill (IDH) Urban putaran pertama pada 4-5 Maret lalu. Kejuaraan Nasional IDH sendiri merupakan kompetisi bergengsi di kelas downhill yang tercatat dalam event resmi UCI (Union Cycliste Internationale), merupakan induk organisasi internasional untuk olahraga sepeda.

Kejuaraan IDH Urban New Selo Boyolali kali ini bersamaan dengan awal salah satu team yang baru dirilis yaitu Polygon PVR Team untuk menurunkan timnya bertanding di antara team dan atlet sepeda profesional yang lain. Team yang akan mewaranai kompetisi downhill tanah air ini dibentuk oleh salah satu Industri Apparel MTB terkemuka dan terbesar asal Solo, PVR industries. Team ini diperkuat oleh atlet downhill nasional, sebut saja Yavento Ditra Paranata, Dedik Handika, dan Nining Purwaningsih.

“Kami menggandeng atlet terbaik dan berpengalaman di kelas downhill untuk bergabung dalam tim ini dan optimis akan mencapai hasil positif di tiap kompetisi yang akan kami ikuti,” tegas Hery selaku team owner dari Polygon PVR Team. Salah satu pabrikan sepeda Polygon, juga turut mendukung team ini.

“Pemilihan team dan sepeda yang tepat tentunya menjadi kombinasi yang pas untuk meraih hasil yang lebih maksimal. Kami berhasil menggandeng industri sepeda Polygon untuk turut mensupport team ini, dan harapannya kerjasama antara PVR dengan Polygon mampu meraih hasil yang terbaik ke depannya” tambah Hery.

Pada kompetisi bergengsi ini, Polygon PVR Team menurunkan atlet terbaiknya Yavento Ditra Paranata dan Dedik Handika yang bersaing di kelas Man Elite, dan Nining Purwaningsih di kelas Women Elite.

Persaingan terjadi sangat ketat baik di kelas Man Elite maupun Woman Elite, dengan partisipasi beberapa atlet sepeda profesional yang juga dikenal tangguh. Hasil akhir, Polygon PVR team menunjukkan hasil yang cukup postif. Kelas Man Elite, Yavento Ditra Pranata, berhasil menempati posisi ke-4 dan untuk kelas Women Elite, Nining Purwaningsih berhasil mengukuhkan diri sebagai jawara dikelasnya.

Salah satu pencapaian positif yang berhasil diraih oleh Polygon PVR Team dan menjadikan team ini patut diperhitungkan. “Hasil ini menjadi permulaan yang baik bagi Saya dan team, dan kami akan mempersiapkan dan berlatih dengan lebih baik dan lebih keras untuk putaran IDH selanjutnya” tegas Nining Purwaningsih. (*)

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved