Lawan Pembangunan Pabrik Semen, Petani Rela Cor Kaki! Dokter Sebut Rawan Diamputasi

Dokter Wicaksono menilai aksi cor kaki yang dilakukan oleh sebelas petani asal Gunung Kendeng memiliki risiko tinggi.

Lawan Pembangunan Pabrik Semen, Petani Rela Cor Kaki! Dokter Sebut Rawan Diamputasi
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali melakukan aksi protes di depan Istana Negara, Senin (13/3/2017). 

BANGKAPOS.COM - Dokter Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Wicaksono Narendro Utomo, menilai aksi cor kaki yang dilakukan oleh sebelas petani asal Gunung Kendeng memiliki risiko tinggi.

Dokter yang akrab disapa Tomy itu mengungkapkan, peserta aksi bisa terserang dehidrasi karena berjemur di bawah terik matahari selama berjam-jam.

Tidak hanya itu, kaki peserta yang dicor juga dapat terserang penyakit.

Kemungkinan terburuknya, aksi ini harus berujung amputasi lantaran penyakit yang ditimbulkan dari pembenaman kaki dalam semen tersebut.

"Kaki bisa kekurangan pasokan darah seperti itu, yang paling dikhawatirkan nanti kaki bisa bengkak, ini bertahan maksimal lima hari," ujar Tomy di lokasi aksi seperti dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (14/3/2017).

Tomy mengaku, saat mengawal aksi tersebut, perhatian utamanya terfokus pada kondisi kaki peserta yang dicor.

"Kita lihat terus (kakinya) itu, kerasnya kakinya sudah seperti apa, terus kemudian kesemutan atau tidak," ungkapnya.

Meski demikian, hingga saat ini, keadaan seluruh peserta aksi masih relatif baik sehingga mereka tetap melanjutkan aksinya.

Aksi cor untuk lawan pembangunan pabrik semen di Gunung Kendeng

Kontroversi pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia di pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, tak kunjung usai.

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help