Warga Setuju Kolong Gang Pelita Dikeruk, Bisa Buat Budidaya Ikan dan Minimalisir Banjir

sejak kolong mengalami pendangkalan, hujan sebentar air sudah meluap dan banjir.

Warga Setuju Kolong Gang Pelita Dikeruk, Bisa Buat Budidaya Ikan dan Minimalisir Banjir
Bangkapos/Zulkodri
Suasana dengar pendapat antara Pemkot Pangkalpinang dengan perwakilan masyarakat Gang Pelita Kelurahan Kejaksaan Kecamatan Taman Sari, Rabu (15/03/2017). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rencana Pemerintah Kota Pangkalpinang membuat kolong resapan air, sekaligus tempat budidaya ikan di Gang Pelita Kelurahan Kejaksaan Kecamatan Taman sari Kota Pangkalpinang mendapat titik terang bahkan mendapat sambutan positif oleh masyarakat.

Hal itu, terungkap, dalam rapat dengar pendapat dengan masyarakat di Kantor Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang, Rabu (15/03/2017).

Rapat dengar pendapat ini, langsung dihadiri Wakil Walikota Pangkalpinang, M Sopian, Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Fitriyansyah, Kepala Dinas Pupera, Suparlan, Plt Kepala Dinas Perkim, Miego dan Camat Taman Sari, Fibriyani.

Sarwono salah satu perwakilan masyarakat, mengaku sangat setuju kalau kolong di Gang Pelita tersebut, kembali digali dan dibuat waduk. Hal itu diakuinya akan meminimalisir banjir yang terjadi di kampungnya tersebut.

"Kami sebagai warga sangat setuju, kalau digali dan dibuat waduk. Sebab kalau hujan setengah jam saja, rumah kami sudah masuk air," ucapnya.

Diceritakan Sarwono sejak tinggal dikawasan tersebut di awal 80an, dirinya belum pernah terkena banjir.

Namun sejak kolong mengalami pendangkalan, hujan sebentar air sudah meluap dan banjir.

Hal yang sama dikatakan oleh Azam Alqori, Sekretaris RT 03 Rw 04 ini, mengaku menyetujui kolong tersebut, kembali dinormalisasi dengan catatan soal pembebasan lahan tersebut, juga sudah selesai.

"Kita setuju, bila perlu masyarakat yang tinggal di sekitar juga kembali diundang dan disosialisasi, agar lebih jelas," ucapnya.

Menangapi hal tersebut, Wakil Walikota Pangkalpinang, M Sopian mengatakan rencana pembuatan kolong resapan air ini salah satu solusi dalam mengantisipasi banjir, sekaligus juga memanfaatkan kolong tersebut, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

" Jadi nanti kolong itu, ada manfaatnya bagi masyarakat. Jangan seperti sekarang kesannya kumuh , jadi sumber penyakit dan sarang nyamuk. Kalau digali bisa menampung resapan air dan dimanfaatkan untuk budidaya ikan oleh masyarakat," ujar Sopian.

Seraya menyatakan, apabila masyarakat setuju maka pihaknya akan melakukan sosialisasi serta membereskan soal administrasi baik itu soal hak dan kewajiban maupun ganti rugi dan sebagainya.

Camat Taman Sari, Fibriyani mengatakan setelah pertemuan pertama ini, pihaknya akan kembali melakukan pertemuan selanjutnya dengan mengundang masyarakat sekitar dan pemilik lahan.

"Ini, baru pertemuan pertama, nanti akan ada pertemuan selanjutnya termasuk dengan pemilik lahan, biar semuanya clear," ucapnya.(Zky)

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved