BangkaPos/

Ada Rencana Kontes Waria di Pangkalpinang, Ini Penjelasan Lengkap dari Dinkes Babel

ajang silahturahmi diskusi ini sangat bagus dalam pemikiran kedepannya untuk tetap kompak membangun wilayah bersama.

Ada Rencana Kontes Waria di Pangkalpinang, Ini Penjelasan Lengkap dari Dinkes Babel
Bangkapos
Suasana diskusi hangat terkait rencana kontes waria di Pangkalpinang yang telah dibatalkan karena adanya penolakan oleh sejumlah Ormas dan Tokoh di Kota Pangkalpinang di gelar di Kafe Umah Ubi Ato Kulop Pangkalpinang, Kamis (16/3/2017) sore. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perwakilan Dinas Kesehatan Pemprov Kepulauan Babel menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah bekerjasama terkait adanya rencana penyelenggaraan kontes waria di Kota Pangkalpinang yang akhirnya dibatalkan.

Hal itu disampaikan perwakilan Dinkes, Bahori dalam diskusi hangat bersama sejumlah Ormas dan Tokoh di Kota Pangkalpinang yang di gelar di Kafe Umah Ubi Ato Kulop Pangkalpinang, Kamis (16/3/2017) sore.

Sejumlah unsur ikut hadir diantaranya HTI Babel, FPI, Kammi, Kahmi, Pemuda Muhammadiyah, HMI, Dinas Kesehatan serta Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Babel dalam kegiatan ini.‎

"Terkait hal itu memang kita punya program upaya penanggulangan HIV/AIDS, namun sasaran kita bermacam-macam, dan kita punya kewajiban memperhatikan nasib mereka. Tetapi kami tidak ada kerjasama, jika ada juga hanya melakukan pemeriksaan, bukan kontes itu dan tidak tahu menahu," jelasnya.

Menurutnya, ajang silahturahmi diskusi ini sangat bagus dalam pemikiran kedepannya untuk tetap kompak membangun wilayah bersama.

"Saya juga terima kasih untuk menentang adanya hal itu di wilayah kita, mudah-mudahan tidak berkembang juga, ada hal positifnya dari yang tidak kita sukai ini, jadi bisa silahturahmi," ujarnya.‎

Sementara, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Dinkes Pemprov Kepulauan Babel menjelaskan duduk awal mula permasalahan yang menyangkut pautkan pihaknya dalam hal ini.

"Awalnya mereka dari yayasan datang dalam rangka ingin menyelenggarakan kegiatan, namun kami tidak pernah melegalkan kontes itu, tetapi hanya mendukung pemeriksaan, karena kami punya program penanggulangan dan target," jelas pegawainya, Diki Apriyadi.

Dirinya mengakui angka penderita HIV/AIDS di Provinsi Kepulauan Babel cukup tinggi, khususnya di Kota Pangkalpinang.

"Untuk keseluruhannya saja pada tahun 2015 ada 158 kasus, sedangkan untuk tahun 2016 ada 112 kasus, memang tidak secara umum, hanya pada tempat tertentu," tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengaku selalu berupaya dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan melalui pengobatan yang ada.

"Kita berupaya seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit saat ini sudah bisa melakukan pemeriksaan HIV/AIDS, dan untuk pengobatannya ada di Rumah Sakit Umum," pungkasnya.‎

Penulis: Ajie Gusti Prabowo
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help