KPK Ingatkan Saksi Bicara Benar, Beri Keterangan Palsu Bisa Dijerat Pidana

Gamawan Fauzi dalam sidang kedua korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Kamis (16/3/2017) membantah menerima uang dari proyek e-KTP

KPK Ingatkan Saksi Bicara Benar, Beri Keterangan Palsu Bisa Dijerat Pidana
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri 2009-2014 Gamawan Fauzi dalam sidang kedua korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Kamis (16/3/2017) membantah menerima uang dari proyek e-KTP.

Padahal dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Gamawan Fauzi disebutkan menerima uang 4.500.000 Dolar Amerika Serikat dan Rp 50 juta.

Atas bantahan Gamawan Fauzi tersebut, pihak KPK tidak mempermasalahkan. Meski begitu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah meminta saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang e-KTP harus memberikan keterangan secara benar.

"Saksi itu punya‎ kewajiban untuk bicara benar. Ingat, ada risiko juga bagi saksi jika tidak bicara benar," tegas Febri, Jumat (17/3/2017).

Febri mencontohkan bukan tidak mungkin saksi yang memberikan keterangan palsu dalam persidangan bisa diproses hukum.

Lantaran bersikukuh tidak mengakui menerima aliran dana, lalu akankan KPK menjerat Gamawan karena memberikan keterangan palsu?

"‎Nanti dilihat lebih lanjut. KPK sebelumnya pernah memproses Muhamad Effendi, saksi suap mantan Ketua MK Akil Mochtar yang memberikan keterangan palsu. Dalam kasus tersebut, Muchtar Effendi telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Maka itu penting agar saksi bicara sebenar-benarnya dan bicara apa adanya," tambah Febri.

Untuk diketahui dalam persidangan, Gamawan Fauzi membantah menerima uang Rp 50 juta seperti yang disebutkan dalam dakwaan perkara korupsi elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Gamawan memang mengakui menerima uang Rp 50 juta namun itu adalah honor dia saat menjadi pembicara di lima daerah provinsi.

Menurut Gamawan, sesuai aturan, maka honor menteri saat menjadi permbicara adalah Rp 5 juta satu jam.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved