BangkaPos/

Jokowi Resmikan 8 MPP Serempak untuk Atasi Kekurangan Listrik Termasuk Bangka Belitung

Keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalui penugasan anak perusahaan PLN yakni bright Batam

Jokowi Resmikan 8 MPP Serempak untuk Atasi Kekurangan Listrik Termasuk Bangka Belitung
Bangkapos/Khamelia
Sekda Babel Yan Megawandi, GM PT PLN Babel, Susiana Mutia foto bersama usai melakukan pengguntingan pita tanda diresmikannya MPP Air Anyir Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Presiden Jokowi meresmikan 8 mobile power plan tersebar dengan total 500 MW dan 9 infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat yang acara peresmian dipusatkan di MPP Mempawah Pontianak, Sabtu (18/3).

Saat video conference Jokowi menyampaikan apresiasi atas tepat waktunya pengerjaan MPP di 8 wilayah tersebut.

"Waktu ground breaking kan saya sempat tanya sanggup gak ngerjain 6 bulan, mereka bilang sanggup, ternyata benar, Alhamdulillah semua selesainya sama," ujarnya.

Kedelapan MPP yaitu: MPP Air Anyir Bangka kapasitas 2x25 mw beroperasi sejak 13 September 2016. MPP Suge Belitung 1x25 mw mulai beroperasi 22 November 2016. MPP Jeranjang Lombok 2x25 mw beroperasi 27 Juli 2016.MPP Tarahan -Lampung 4x25 mw beroperasi 29 September 2016. MPP Nias 1x25 mw beroperasi 31 Oktober 2016. MPP Balai Pungut-Riau 3x25 mw mulai beroperasi 13 November 2016.

MPP Paya Pasir-Medan 3x25 mw mulai beroperasi 9 Desember 2016 dan MPP Pontianak 4x25 mw mulai beroperasi 8 November 2016.

Keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalui penugasan anak perusahaan PLN yakni bright Batam hanya dalam waktu 6 bulan. Pembangunan proyek tersebut menelan biaya lebih dari 8 triliun rupiah.

Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 mw.

Peresmian 8 unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komitmen PLN dalam percepatan program 35.000 mw dalam peningkatan ratio elektrifikasi sebesar 99,7% pada 2019.

Jokowi mengatakan, alasan dipilihnya MPP dikarenakan di semua daerah mengeluhkan byar pet sehingga dibutuhkan energi listrik yang cepat.

"Semua daerah keluhannya sama, byar pet. Kita pilih MPP karena bangunnya cepat, kalau batubara bisa 4 sampai 5 tahun. Listrik tidak ada bagaimana investor mau bangun hotel, bangun pabrik siapa yang mau kalau gak ada listrik, padahal di situ membuka lapanga pekerjaan," ungkapnya.

Oleh karena itu menurutnya proyek MPP harus tepat dilakukan.

" MPP ini bersifat mobile sehingga bisa dipindahkan ke mana mana, jadi saya titip jika ada daerah yang butuh silahkan," pukasnya.

Dia juga meminta agar sumber gas pembangkit listrik ini diberikan prioritas dengan harga yang lebih efisien.

Penulis: khamelia
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help