Musim Madu Pelawan Asli Tenyata Hanya Empat Tahun Sekali

Ternyata, hutan liar Bangka dan Belitung mampu menghasilkan banyak madu berkhasiat tinggi untuk kesehatan.

Musim Madu Pelawan Asli Tenyata Hanya Empat Tahun Sekali
KOMPAS.com/Mentari Chairunisa
Sunggau atau sarang lebah yang ada di Hutan Pelawan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pulau Bangka Belitung kaya akan hasil madu.

Selama ini masyarakat hanya mengenal Madu Pelawan saja sebagai hasil hutan Bangka Belitung.

Ternyata, hutan liar Bangka dan Belitung mampu menghasilkan banyak madu berkhasiat tinggi untuk kesehatan.

“Saya sudah belasan tahun ini menggeluti produk madu ini. Untuk madu alam liar Bangka Belitung ini saya menemukan belasan jenis madu,” ujar Suhada, Ketua Yayasan 02 Pelawan Bangka Bangka Belitung, Sabtu (18/3/2017).

Selain Madu Pelawan yang sudah mendunia, hutan Bangka Belitung mampu menghasilkan madu jenis lainnya yang sudah langka.

Beberapa jenis madu yang sekarang ini masih bisa ditemukan antara lain, Madu Mentepung, Madu Bunga Nasi-Nasi, Madu Bunga Medang, Madu Bunga Simpur, Madu Bunga Duku, Madu Bunga Rambai, Madu Plaket Kecit, Madu Plaket Besak dan Madu Bunga Rengat.

“Madu Plaket ini adalah madu yang diambil lebah plaket pada rumput-rumput dengan lebih dari tiga jenis bunga rumput. Madu satu ini cukup langka,” tukas Suhada.

Namun demikian, kata Suhada, dari puluhan jenis madu yang dihasilkan dari hutan Bangka Belitung, saat ini yang masih tersisa dan dapat dikumpulkan hanyalah sekitar enam jenis saja.

Keenam jenis madu langka ini adalah Madu Rempodong, Madu Bunga Mensirak, Madu Bunga Pelawan, Madu Bunga Leting, Madu Bunga Mentepung dan Madu Bunga Pules.

“Sedangkan madu jenis lain sudah sangat sulit didapatkan lagi. Bahkan untuk Madu Bunga Nasi-Nasi misalnya perlu menunggu 15 tahun sekali baru bisa kita kumpulkan,” papar Suhada.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help