Musim Madu Pelawan Asli Tenyata Hanya Empat Tahun Sekali

Ternyata, hutan liar Bangka dan Belitung mampu menghasilkan banyak madu berkhasiat tinggi untuk kesehatan.

Musim Madu Pelawan Asli Tenyata Hanya Empat Tahun Sekali
KOMPAS.com/Mentari Chairunisa
Sunggau atau sarang lebah yang ada di Hutan Pelawan. 

Menurut Suhada, sulitnya menemukan jenis madu yang langka saat ini, disebabkan jumlah pohon dan hutan di Bangka Belitung yang sudah rusak dan bahkan beberapa jenis pohon sudah sulit ditemukan lagi.

Kondisi hutan Bangka Belitung sekarang ini, kata Suhada, sudah rusak dan menghilang beberpa jenis pohon sebagai sumber lebah mencari makan.

Suhada mensinyalir, beberapa jenis madu yang dijual di pasaran sekarang adalah jenis madu yang sudah dimodifikasi bukan madu asli yang didapat dari hutan alam liar Bangka Belitung.

Untuk itu, Ia meminta instansi terkait perlu memberikan standarisasi mutu dan jenis madu asal Bangka Belitung.

“Misalnya Madu Pelawan, karena tidak ada lembaga standarisasi madu hutan Babel, maka saat ini madu yang bukan Madu Pelawan disebut orang sebagai madu pelawan. Padahal yang saya tahu, untuk Madu Pelawan yang asli, perlu menunggu sekitar empat tahun sekali musimnya,” tegas Suhada.

Untuk itu, Suhada menyarankan kepada Pemda Kabupaten dan Provinsi Bangka Belitung perlu melakukan kajian dan penelitian terhadap keberadaan madu-madu asli dari hutan liar Bangka Belitung. Tujuannya agar madu khas asal Babel bisa terjaga kualitas dan khasiat kesehatannya. (doi)

Penulis: Dody
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved