BangkaPos/

Bakuda Babel Beberkan Kemenkeu Tak Transparan Soal Uang Royalti Timah

SOP pengelolaan royalti kemenkeu belum terbuka, kita tidak tahu duitnya diendap, perusahaan menyetor ke kas negara, pencairan dari kemenkeu

Bakuda Babel Beberkan Kemenkeu Tak Transparan Soal Uang Royalti Timah
net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Bangka Pos Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabid retribusi dan pendapatan lain lain Bakuda Babel, Effendi Harun buka-bukaan mengenai royalti dari timah yang diterima provinsi ini.

Ia mengatakan saat ini penerimaan royalti dari pemerintah pusat masih sangat minim. Apalagi proses pencairan pun dirasakan belum benar-benar terbuka ke daerah.

"Kita kupas adalah SOP pencairan yang belum terbuka betul sehingga memungkinkan uang mengendap dikas negara sehingga seharusnya menjadi kas daerah. Karena secara logikanya perusahaan mengekspor timah dia sudah mengirim royaldi, seharusnya dari situ sudah dihitung, kita dapat itu sepihak, nilainya tidak tahu kita, perlu buka-bukaan masalah itu," ujar Effendi, Senin (20/3/2017).

Effendi mengatakan pihaknya di dinas tidak memiliki data akurat mengenai royalti.

Pasalnya, untuk pencairan dan bunga dari royalti yang mengendap tidak jelas dilakukan pemerintah pusat.

"Kita tidak punya data akurat kapan masuknya, tapi tiga bulan sekali seharusnya, karena menurut hemat saya ketika masuk ke pemerintah pusat sudah masuk kas daerah, tapi kita tidak tahu perhitungan mereka," ujarnya.

"SOP pengelolaan royalti kemenkeu belum terbuka, kita tidak tahu duitnya diendap, perusahaan menyetor ke kas negara, pencairan dari kemenkeu berdasarkan data ESDM. Jeda-jeda ini lah duit tidak jelas apa bunga apa tidak," lanjutnya.

Penulis: Evan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help