BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Harga Ubi Kasesa Rp 200/Kg, Dijual Rugi tak Dijual Makin Rugi

Petani ubi kasesa kini dihadapkan pada persoalan yang dilematis, karena harga ubi yang diterima petani, begitu rendah

Harga Ubi Kasesa Rp 200/Kg, Dijual Rugi tak Dijual Makin Rugi
bangkapos.com/dok
Ubi Kasesa 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Petani ubi kasesa kini dihadapkan pada persoalan yang dilematis, karena harga ubi yang diterima petani, begitu rendah, yakni Rp 200 per kilogram.

Harga Rp 200 tersebut, sudah harga bersih yang diterima petani, sedangkan harga di pabrik sekitar Rp 500 per kilogram.

Seorang penampung ubi kasesa Irman menyebutkan, posisi petani saat ini dilematis, dengan rendahnya harga ubi tersebut.

"Ya bagaimana tidak dilematis, kalau harga bersih Rp 200, itu sama saja ubinya dijual rugi tak dijual juga makin rugi, jatuhnya ya sama-sama rugi," ujar Irman kepada bangkapos.com, Senin (20/3/2017).

Ia menyebutkan, setiap panen ubi, rata-rata pemanennya adalah bukan petani yang bersangkutan, dengan hal ini maka petani atau pihak penampung ubi menyiapkan tukang cabutnya.

Upah nyabut ubi, perkilonya Rp 150, itu harga upah sudah paling rendah dan rata-rata orang yang ngambil upah nyabut, enggan dengan upah segitu.

"Dari Rp 500 per kilo (harga pabrik), selain harus dipotong Rp 150 per kilo untuk upah nyabut, nanti juga harus dipotong 13 persen (biaya susut), ya petani hanya menerima harga ubi rata-rata Rp 200 an, harga bersih. Dengan harga Rp 200 ini, petani tetap rugi, dengan kondisi harga seperti itu, kami sebagai penampung juga nggak berani begitu saja membeli ubi petani," jelasnya.

Petani ubi kasesa Sudi mengaku serba repot dengan harga ubi saat ini.

"Benar la, dijual rugi nggak dijual makin kali rugi," ujarnya.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help