Kompol Nizar: Kami Mendukung Kebijakan Pemerintah, Termasuk Penertiban Tambang Ilegal

Keberadaan pertambangan timah ilegal merupakan salah satu faktor yang kini masih banyak diperbincangkan.

Kompol Nizar: Kami Mendukung Kebijakan Pemerintah, Termasuk Penertiban Tambang Ilegal
bangkapos.com/dok
Barang bukti yang diamankan kepolisian, Jumat (10/3/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Keberadaan pertambangan timah ilegal merupakan salah satu faktor yang kini masih banyak diperbincangkan.

Pasalnya jika Belitung masih memiliki tambang ilegal, maka untuk menetapkan Belitung sebagai kawasan Geopark Global sangat sulit.

Wakapolres Belitung, Kompol Muhammad Nizar mengatakan, tetap akan mendukung apa yang telah menjadi kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda). Apalagi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Ignatius Jhonan kini telah mengintruksi untuk menertibkan tambang ilegal tersebut.

"Kami mendukung apa yang sudah menjadi intruksi pak Menteri ESDM. Pak Kapolres juga sudah menegaskan untuk pertambangan timah ilegal ini," kata Nizar kepada Posbelitung.com, Senin (20/3/2017).

Semula, Bupati Belitung, Sahani Saleh (Sanem) kini telah mendapat intruksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Ignatius Jhonan. Intruksi tersebut berupa penertiban tambang ilegal alias tambang liar di Negeri Laskar Pelangi.

Petunjuk tersebut, disampaikan oleh Menteri Jhonan secara langsung melalui Blackberry Masangger (BBM) beberapa waktu lalu. Perintah ini, menyusul Pulau Belitong yang kini bakal menjadi kawasan Geopark Nasional maupun Global. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help