BangkaPos/

Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sempat Duga Ada Malpraktik

Keluarga almarhumah Anggun Pradini, karyawan BRI Manggar, yang menghembuskan nafas terakhir usai menjalani cesar

Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sempat Duga Ada Malpraktik
facebook
Almarhumah Anggun Pradini

"Anggun ini sempat diletakkan di lorong, dan bukan ruang perawatan, tidak layak ditempati sebagai ruang sebelum dioperasi," ujar Candra.

Selain itu, alat operasi juga dinilai tidak memadai padahal hal ini vital hingga dapat menyebabkan kematian. Alat operasi itu adalah alat pendeteksi untuk pembekuan darah, pendeteksi USG yang membuat analisa secara akurat.

"Walaupun dokternya mampu secara keilmuan, karena tidak ditunjang alat, ya tidak maksimal. Tragisnya lagi, Kadinkes Beltim menyebut, anggaran kesehatan itu hanya lima persen. Jauh dari ketentuan undang-undang, jauh dibawah minimal 10 persen. Saya tinggal di Tanggerang, dan di sana lebih dari 10 persen," ujar Candra.

Kejanggalan lain yang dirasakan keluarga, ujar Candra, hanya satu petugas transfusi darah yang bertugas. Padahal sebenarnya ada enam petugas transfusi ini.

"Sehingga lambatlah penangannnya. Ini versi kami. Soal apakah kami akan lakukan langkah selanjutnya, kemudian berkaca dari hasil dari mediasi, ini menjadi catatan bagi pemerintah daerah," kata Candra.

Di mata Candra, Anggun adalah ibu muda dengan dua anak yang berumur 28 tahun. Dikenal periang dan disukai banyak orang dan cukup dikenal banyak orang karena bekerja sebagai karyawan BRI Manggar. Pada kasus ini, bayinya berhasil diselematkan tapi tidak pada sang ibu, Anggun Pradini.

"Yang kami prihatinkan ini anaknya ada dua, satu umur 4 tahun, satunya yang masih bayi itu (dinamakan Gibran). Ini tragis dan menyangkut nyawa manusia. Ini harus jadi perhatian pemerintah daerah selaku pemilik RSUD Beltim," ujar Candra.

Candra berujar, kasus Anggun seharusnya dapat dijadikan momen untuk memperbaiki RSUD Beltim. Kemudian, pembenahan manjamen,m peralatan, dan SDM juga harus diperbaiki.

Akan ada langkah selanjutnya, besok kami rencana akan ke DPRD Beltim. Kalau perlu Bupati Beltim terbuka pada kami.

Kakak Anggun lainnya, Teguh menambahkan penjelasan yang hampir serupa dengan Candra.
Dia mempertanyakan RSUD Belim tidak memiliki alat pembeku darah.

Halaman
1234
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help