Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sempat Duga Ada Malpraktik

Keluarga almarhumah Anggun Pradini, karyawan BRI Manggar, yang menghembuskan nafas terakhir usai menjalani cesar

Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sempat Duga Ada Malpraktik
facebook
Almarhumah Anggun Pradini

"Rumah sakit sebesar ini tidak punya alat sevital itu. Artinya akan ada potensi kejadian yang sama dengan adik saya, dengan akibat yang sama. Ini kalau terus dibiarkan, akan ada Anggun-Anggun lainnya. Biarkan Anggun jadi korban soal ini, kami ikhlas. Yang tidak ikhlasnya, banyak kejanggalan, entah itu proses pembiaran, entah itu memang karena kondisi, tapi terlepas dari itu, kami akan lakukan langkah-langkah. Selain ke DPRD, kami juga akan ke Polres Beltim juga untuk konsultasi. Persoalan ini tidak akan berhenti begitu saja, akan ada ending, tapi minimal ada perbaikan, dan itu akan kami kejar," ujar Teguh

Anggun sebelumnya masuk ke RSUD Beltim pada Jumat (17/3/2017) dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (18/3/2017) pukul 4.00 WIB.

"Dengan kejadian ini, kami memohon maaf, dengan kekurangan yang kami miliki, dokter yang sudah bertugas sudah memberikan yang terbaik untuk pasien Anggun, sudah sesuai SPO. Tapi mungkin ada hal-hal yang berada di luar keterbatasan kami yang mungkin terjadi pada Anggun sehingga menimbulkan hal yang fatal sehingga almarhum meninggal dunia," kata Ketua Komite Etik RSUD Beltim dr Rima.

Dokter Nyatakan Ada Varises di Rahim Anggun

Kasus meninggalnya Anggun berawal dari proses cesar elektrik melahirkan di RSUD Beltim. Hal ini dinyatakan oleh dr Edward Sp.Og. Proses operasi dinyatakan terencana pada Jumat (17/3/2017) pagi bersama tim medis.

"Kami lakukan tindakan operasi cesar seperti biasa seperti yang sering dilakukan dengan prosedur yang sama. Tapi pada ibu Anggun, kami temukan adanya Varises (di rahim) yang tidak dapat kami deteksi sebelumnya, karena tidak ada alat yang canggih. Kami lakukan tindakan operasi dan terjadi pendarahan, tapi untuk varises pembuluh darah itu dapat diatasi," ujar dr Edward Sp.Og yang ikut dalam tim yang menangani Anggun.

dr Edward menjelaskan, setelah itu HB Anggun sempat turun hingga kemudian di observasi di ruang rawat inap. Menjelang, Jumat (17/3/2017) sore, kondisi Anggun menurun (drop). Tensinya menurun.

"Kami perbaiki keadaan umum.... Waktu itu saya mengusulkan tindakan operasi ulang dengan perbaikan intensif lagi dari bagian anastesi," kata Edward.

Tim kemudian membuka luka operasi lama. Tapi karena lukanya besar, maka tim kemudian membuat luka baru untuk mengeluarkan rahimnya. Pendarahan di rahimnya juga dikendalikan.

"Kemudian dilakukan perbaikan umum di ICU dan pada saat jam 4.00 subuh, kondisi ibu Anggun menurun (lalu meninggal dunia)," ujar Edward.

Halaman
1234
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help