Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sempat Duga Ada Malpraktik

Keluarga almarhumah Anggun Pradini, karyawan BRI Manggar, yang menghembuskan nafas terakhir usai menjalani cesar

Meninggal Usai Operasi Cesar, Keluarga Anggun Pradini Sempat Duga Ada Malpraktik
facebook
Almarhumah Anggun Pradini

dr Rudy Sp.An menjelaskan, kondisi Anggun terkontrol setelah menjalani operasi pada varises di bagian rahimnya. Pendarahan tidak terjadi dan keadaanya stabil. Hanya saja, pendarahan yang terjadi saat operasi dijalankan dinilai mencapai 1000 cc.

"Sebelum operasi memang dipersiapkan darah untuk operasi,)*. Kami periksa HB-nya di kondisi 8 dengan kondisi tidak ada keluhan. Secara teori, di bawah 7 baru kami agresif lakukan intervensi. Jadi kondisi 8, darah ada, dan kondisi stabil, pindah ke ruangan untuk observasi. Itu awalnya," kata dr Rudy.

Konsultasi dengan Rudy berlanjut pukul 20.00 WIB, Jumat (17/3/2017). Kondisi Anggun saat itu shok dan tim memiliki rencana operasi ulang. Karena kondisi shok, kata Rudy, pasien perlu distabilisasi di ICU karena peralatan operasi ulang lengkap di sana.

"Kondisi cenderung stabil, tensi di atas 100 saat itu, kami informasikan keluarga untuk tindakan. Awalnya keluarga masih berunding, kami maklum saja karena resiko-resiko yang kami sebutkan, kemudian keluarga setuju dan dilakukanlah tindakan," beber Rudy.

Pasca-operasi pertama, HB Anggun hanya di kondisi 4 sehingga dilakukan transfusi darah. Sebelumnya juga telah berlangsung transfusi darah sebanyak enam kantong. Sebelumnya pula, Rudy menjelaskan kepada keluarga bahwa sumber pendaharan mesti ditutup.

"Karena kalau tidak ditutup, transfusi jalan, tetap saja pendarahan terjadi. Tidak ada gunanya (transfusi). Tapi resikonya, jumlah darah yang masuk pasti menimbulkan reaksi transfusi, jadi kemungkinannya bisa 50:50. Daripada tidak dioperasi,yang hampir dipastikan, dalam waktu beberapa menit hingga satu jam, bisa selesai. Resiko itu meliputi resiko antibiotik, pembekuan dan segala macam, karena sudah dibantu dengan banyak orang. Yang kami harapkan kans bertahan itu lebih kuat karena pasien masih muda, istilahnya masih lebih kuatlah," katanya.

Setelah operasi ulang, reaksi transfusi terjadi berupa tidak adanya pembekuan darah. Kondisi ini membuat pembuluh darah (kapoler) yang kecil terus terbuka hingga menyebabkan darah merembes hingga perut Anggun terisi darah.

"Faktor pembekuan ini tidak bisa dioperasi. Obatnya hanya transfusi komponen trombosit atau komponen lainnya. Dan ini RSUD Beltim tidak punya, di PMI Tanjungpandan juga tidak punya. Kasus begini sering dihadapi pada pasien DBD grade 4 biasanya, yang sudah mimisan, gusi berdarah karena faktor pembekuannya sudah habis. Jadi mohon maaf itulah keterbatasan kami," ujar Rudy.

Direktur RSUD Beltim Akui Fasilitas Belum Standar

Direktur RSUD Beltim dr Suhartini mengaku mimiliki beban terhadap pasien Anggun. Satu di antara beban adalah tidak tersedianya ruangan sebelum Anggun dioperasi sehingga harus ditempatkan di lorong. Dia juga mengakui belum tersedianya alat-alat kesehatan seperti yang dijelaskan oleh sejumlah dokter dan keluarga Anggun.

Hasil mediasi, kata Suhartini, akan diserahkan embali ke keluarga Anggun untuk langkah selanjutnya.

"Karena mereka sudah menerima informasi penjelasan dari Rumah Sakit. Hanya untuk langkah selanjutnya belum ada pembicaraan. Kemudian, hasil mediasi, dari SOP dari pelayanan dokter, itu menurut mereka mungkin sudah memenuhi standar. Tapi fasilitas memang masih belum memenuhi standar," kata Suhartini.

Ketua Komite Etik RSUD Beltim, dr Rima menjelaskan hal serupa terkait SOP penanganan dokter. Rima menjelaskan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin terhadap Anggun.

"Mungkin kejadian pada Anggun itu diluar kemampuan kami. Ada empat hal yang harus dideteksi dokter kandungan untuk antisipasi. Tapi ada satu kejadian yang tidak bisa diprediksi, yaknitonia uteri, itu di luar yang bisa diprediksi. Kejadian ini yang terjadi pada ibu Anggun," ujar Rima.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help