Home »

Lokal

» Bangka

Pariwisata di Kabupaten Bangka Masih Berjalan Sendiri-sendiri

pariwisata di Kabupaten Bangka belum begitu terangkat karena masih berjalan sendiri-sendiri.

Pariwisata di Kabupaten Bangka Masih Berjalan Sendiri-sendiri
bangkapos.com/Nurhayati
Yohanes Jusman 

Menurutnya, dari tour Belitung bisa mengajak wisatawan untuk berkunjung ke Bangka. Begitu juga sebaliknya dari tour Bangka bisa mengajak wisatawan berkunjung ke Belitung sehingga saling sinergi.
Tidak hanya langkah itu saja tetapi sesama pelaku perhotelan juga saling bersinergi.

"Misalnya mereka menginap di Novotel atau menginap di Aston Soll Marina tidak masalah mereka bisa main ke Tanjung Pesona. Kita nggak berpikir harus menginap di Tanjung Pesona. Kita di Tanjung Pesona ada suatu pegelaran budaya, nanti tamu harus ada jadwalnya untuk datang melihat tari budaya itu, nanti ada shownya. Saya sudah berkali-kali sampaikan ke teman-teman untuk bisa datang ke Tanjung Pesona menonton show itu," ajak Yohanes.

Seperti di Bali ada tari Kecak sedangkan untuk di Kabupaten Bangka bisa menampilkan Tari Campak dan musik Dambus. Dengan demikian menurut Yohanes jika orang ke Bangka maka wajib menari Campak dan mendengarkan musik Dambus.

"Kalau di Bali seperti itukan menonton Tari Kecak, wajib itu. Pertama-tama kita free kemudian baru biaya murahlah untuk turis. Saya pikir turis jika disajikan sajian yang baik, tidak biaya mahal pasti mereka maulah," kata Yohanes

Selain itu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nanti akan dipromosikan Pantai Timur Kabupaten Bangka dari bandara, lintas timur hingga ke Belinyu.

"Yang realnya itu Simpang Timah Rebo sampai Rambak itu yang sub kecilnya, lokasi-lokasi yang baik ini nanti kita clusterkan, posisi yang baik ini jangan sampai perencanaan yang salah. Misalkan dimana lapangan golf, resort, hotel bintang tiganya. Dalam tapak kawasan wisata ini kita bikin master plannya baru kita nanti investornya. Teman-teman pengusaha pun sudah bergabung, melalui konsersium," jelas Yohanes.

Untuk itu pihaknya sudah bertemu dengan Deputi Kementerian Pariwisata di Bali guna membahas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Diakuinya untuk Babel satu provinsi memang ada dua KEK yakni di Bangka dan Belitung. Dana untuk pembanguna KEK ini dananya di support dari pemerintah pusat.

"Ada atau tidak ada KEK tetap kita jalankan master plant itu. Jadi satu tapak kawasan wisata seperti Nusa Dua di Bali tujuannya supaya pengusaha bersinergi bersama-sama sesuai kapasitas arealnya masing-masing. Itu bisa menjadi suatu tapak wisata yang terintegrasi," harap Yohanes.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help