Produksi Sampah Kota Pangkalpinang Mencapai 150 Ton Perhari

Dikatakan Iwansyah untuk mobil pengakut sampah termasuk armroll empat unit semuanya ada 16 unit. Sedangkan untuk motor sampah ada 42 unit

Produksi Sampah Kota Pangkalpinang Mencapai 150 Ton  Perhari
bangkapos.com/dok
Belasan armada truk sampah di kerahkan untuk mengangkut sampah ranting dan dahan, dari pohon yang tumbang. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan hidup Kota Pangkalpinang, Iwansyah mengaku saat ini, armada untuk mengangkut sampah di Kota Pangkalpinang sudah kurang memadai, dan perlu ada penambahan mengingat jumlah produksi sampah di Kota Pangkalpinang saat ini, bisa mencapai 150 ton perhari.

Bahkan saat musim tertentu seperti perayaan hari besar jumlah sampah meningkat bisa mencapai 200 ton perhari. Parahnya lagi, sejumlah unit mobil pengangkut sampah sudah berusia tua yakni buatan 1993-1997.

" Kalau bicara apakah armada pengangkut sampah sudah ideal atau tidak. Bisa kita katakan belum ideal, kita saja kewalahan, dengan jumlah yang setiap tahun terus mengalami penambahan sebelumnya perhari hanya 130 ton sekarang sudah 150 ton, bahkan musim tertentu bisa 200 ton." ujarnya kepada bangkapos.com, Senin (20/03/2017).

Dikatakan Iwansyah untuk mobil pengakut sampah termasuk armroll empat unit semuanya ada 16 unit. Sedangkan untuk motor sampah ada 42 unit.

" Jumlah armada ini, masih belum ideal. Untuk mobil pengangkut sampah idealnya harus ada 28 unit, jadi setiap kecamatan harus ada empat mobil pengangjut sampah. Ini saja mobil kita yang tahun 1993-1997 masih beroperasi enam unit, yang terbaru ada satu unit, tahun 2014. Untuk operasional sifatnya setiap unit saling mengcover dari kecamatan yang wilayah kecil ke luas wilayah yang lebih besar" ungkapnya.

Sedangkan untuk motor sampah idealnya lanjut Iwansyah satu kelurahan harus ada lima motor pengangkut sampah. Hal itu, karena penyebaran rumah penduduk di Kota Pangkalpinang tidak merata.

" Masalah motor sampah ini, dulu sempat kita usulkan pengelolaan maupun retribusinya ke kecamatan dan kelurahan sedangkan kita hanya operatornya saja. Namun ditolak akhirnya dikembalikan lagi ke Kita," ucapnya seraya berharap akan ada penambahan aramada baru kedepannya.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help