Home »

Lokal

» Bangka

Sudah Satu Minggu Air SPAM Bakam tak Mengalir, PDAM Tirta Bangka Siap Turun

jika air SPAM sudah satu minggu lebih tidak mengalir ke rumah warga dan fasilitas umum memang sangat lama

Sudah Satu Minggu Air SPAM Bakam tak Mengalir, PDAM Tirta Bangka Siap Turun
IST
Dirut PDAM Tirta Bangka Wellindra ketika meninjau SPAM IKK Bakam.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Utama PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir menjelaskan harusnya berdasarkan surat tugas Bupati Bangka pada Tanggal 18 Maret 2017, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bangka diserahkan ke PDAM Tirta Bangka.

Namun karena tim masih mempersiapkan draf hasil kajian dari PDAM maka pengambilalihan SPAM ini diperkirakan minggu depan.

Sedangkan terkait kerusakan di SPAM IKK Bakam menurutnya jika di butuhkan pihaknya siap membantu.

"Saya tidak tahu kerusakannya apa? Apa pipa, panil atau elektriknya. Intinya siap saya dan staf Perawatan Mekanikal Elektrik (PML) turun membantu kalau ada trouble-nya di lapangan maka kami dari bagian distribusi juga siap ke lokasi. Terkait hal tersebut mungkin dapat dikoordinasikan ke UPT SPAM dengan Pak Suawaji atau Pak Chairil dari Kepala Dinas PU Kabupaten Bangka," kata Wellindra, Senin (20/3/2017) kepada bangkapos.com.

Ia menilai, jika air SPAM sudah satu minggu lebih tidak mengalir ke rumah warga dan fasilitas umum memang sangat lama sehingga kondisi itu tidak bisa dibiarkan.

"Kalau infonya sudah ada trouble satu minggu waduh kelamaan. Saya satu jam saja sudah gelisah apalagi kalau apa lagi 24 jam x 7 hari atau 168 jam," sesal Wellindra.

Namun ia bisa memaklumi karena memang di UPT PU di SPAM kendala utama adalah teknisnya dan peralatan terbatas dalam perawatan.

"Nanti kalau sudah diserahkan baru saya dan staf serta tim kita masuk ke ranahnya UPT SPAM," janji Wellindra.

Apalagi lanjutnya UPT SPAM IKK Bakam itu masuk skala periotas kalau sudah di serahkan ke PDAM untuk dipasang PLN. Selain itu juga akan dilakukan pendalaman embung retensinya.

"UPT SPAM Bakam kan yang paling lama berdiri tapi listrik PLNnya belum ada. Kalau embungnya rekomendasi staf saya saat melakukan kajian ke Bakam perlu didalami jangan sudah kemarau baru repot. Itu kan bisa didalami dengan sistim tambang rajuk biar kecil tapi dalan kapasitas dan volumenya bisa nambah. Ini program jangka pendek," jelas Wellindra.

Kalau jangka panjang kita akan berkoordinasi denga PU atau Kementrian SNVT SDA untuk pembuatan kolong retensi.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help