BPK RI Babel Tidak Tahu Lenyapnya Rp 2 Trilliun Royalti Timah yang Disebut ICW

BPK RI Perwakilan Babel sendiri tidak mengetahui pasti bagaimana proses terkait royalti timah tersebut.

BPK RI Babel Tidak Tahu Lenyapnya Rp 2 Trilliun Royalti Timah yang Disebut ICW
Bangkapos/Ryan Agusta
Kasubag Humas & TU, BPK RI Babel Danang saat memberikan keterangan kepada media 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Lenyapnya royalti timah yang angkanya cukup fantastis yakni Rp 2 trilliun berdasarkan penyataaan yang disampaikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) telah menyita perhatian publik.

Sementara itu, BPK RI Perwakilan Babel sendiri tidak mengetahui pasti bagaimana proses terkait royalti timah tersebut.

Kepala BPK RI perwakilan Bangka Belitung, Arief Agus melalui Kasubag Humas dan TU, Danang saat ditemui bangkapos.com di gedung kantor BPK RI perwakilan Bangka Belitung, Selasa (21/3/2017) mengatakan bahwa BPK RI Babel tidak berwenang melakukan audit royalti timah khususnya BUMN PT Timah. 

"Untuk audit royalti timah khususnya di perusahaan BUMN seperti PT Timah Tbk itu kewenangan pihak BPK RI pusat melakukan auditnya dan bukan BPK RI perwakilan Bangka Belitung," kata Kepala BPK RI perwakilan Bangka Belitung, Arief Agus melalui Kasubag Humas & TU, Danang saat ditemui bangkapos.com di gedung kantor BPK RI perwakilan Bangka Belitung, di kawasan Jalan Pulau Bangka, Air Itam, Kota Pangkalpinang, Selasa (21/3/2017).

Namun ketika disinggung lebih jauh bagaimana dengan pihak perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri peleburan biji timah (smelter) di provinsi kepulauan Babel ini serta upaya yang dilakukan pihak BPK RI perwakilan Babel terkait temuan pihak ICW yang menyebutkan diduga hilangnya pendapatan negara lainnya khususnya pendapatan pajak dari PPh badan mencapai angka senilai Rp 3,6 triliun.

Kasubag Humas & TU BPK RI perwakilan Bangka Belitung (Danang) saat itu didampingi seorang pegawai BPK lainnya malah ia sempat terdiam sesaat ketika bangkapos.com menanyakan seputar persoalan pengawasan yang dilakukan pihak BPK RI provinsi Bangka Belitung terhadap kewajiban royalti yang disetorkan oleh pihak perusaan semelter di daerah Bangka Belitung selama ini ke kas negara.

"Nah itu saya tidak begitu tahu mengenai aturannya seperti apa karena saya bukan bagian pemeriksa," elaknya.

Persoalan royalti timah pun sebelumnya sempat pula menjadi sorotan intansi Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), bahkan pihak Kejati Babel pun sebelumnya Aspidsus Kejati Babel masih dijabat oleh Ariefsyah Mulia Siregar SH mengungkapkan kepada wartawan jika pihaknya sempat melakukan pengusutan dan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan dana royalti timah oleh sejumlah perusahaan semelter yang ada di Babel.

"Tim Pidsus Kejati Babel hari ini ada kegiatan pemeriksaan terkait kasus royalti timah," kata Ariefsyah Mulia Siregar SH, Selasa (17/2/2015) di gedung Kejati Babel.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help