BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Bupati Bangka Mensinyalir Impor Dari Thailand Jadi Penyebab Anjloknya Harga Ubi Kasesa

Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengaku kurang tahu persis mengapa harga ubi kasesa anjlok hingga Rp 200 per kilogram.

Bupati Bangka Mensinyalir Impor Dari Thailand Jadi Penyebab Anjloknya Harga Ubi Kasesa
bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Bangka meninjau kebun ubi kasesa milik bupati di Desa Puding. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengaku kurang tahu persis mengapa harga ubi kasesa anjlok hingga Rp 200 per kilogram.

Namun dia mensinyalir masuknya ubi impor asal Thailand untuk mencukupi kekurangan bahan baku ubi untuk pembuatan tepung tapioka.

"Saya tidak tahu persis penyebabnya mungkin karena banyaknya ubi impor dari Thailand yang mengisi kekurangan kebutuhan tapioka kita yang defisit 8 juta ton pertahun," ungkap Tarmizi ketika dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (21/3/2017).

Untuk itu ia menyarankan agar ada ketegasan dari pemerintah untuk membatasi impor ubi kasesa dari luar negeri.

"Kualitas ubi kasesa kita bagus semua, memang karena harga akibat impor masuk maka perlu ketegasan Kemendag RI," kata Tarmizi.

Ia berharap nanti jika dua pabrik tapioka di Kenanga dan Puding Besar sudah beroperasi maka harga ubi kasesa akan baik. Diakuinya saat ini komoditas ekspor memang fluktuatif.

Untuk mengatasi anjloknya harga komoditas pertanian ini Pemkab Bangka minggu depan akan mengumpulkan semua owner pabrik tapioka, pabrik cpo sawit, pengumpul lada dan pabrik karet.

"Kita kumpulkan mereka untuk membuat industri hilir dari bahan-bahan yang sekarang pabrik mereka hasilkan. Kita minggu depan sosialisasi, semua SKPD turun dan tentu nanti bersama pihak perusahaan," ungkap Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help