BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Harga Ubi Kasesa Rp 200 per Kilogram, Petani Bisa Rugi Banyak

Bila petani harus memanen satu hektar tanaman ubinya dan di jual dengan harga tersebut, maka petani sama sekali tidak akan

Harga Ubi Kasesa Rp 200 per Kilogram, Petani Bisa Rugi Banyak
Bangkapos/Riyadi
Petani asal Belinyu mengangkut batang ubi kasesa dari salah satu kebun ubi kasesa di Dusun Tirus Desa Riau Kecamatan Riausilip. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Petani ubi kasesa di sejumlah daerah di Kabupaten Bangka, kini harus menunda panen ubinya, karena harganya anjlok menjadi Rp 200 per kilo (harga terima bersih).

Bila petani harus memanen satu hektar tanaman ubinya dan di jual dengan harga tersebut, maka petani sama sekali tidak akan atau jauh dari untung.

Petani ubi kasesa di Desa Riau Kecamatan Riausilip Zainar memiliki sekitar dua hektar tanaman ubi kasesa.
Untuk menanam satu hektar ubi, ada beberapa biaya modal yang harus dikeluarkan.

Pertama modal biaya buka lahan, satu hektar lahan kalau masih hutan, harus diratakan dengan alat berat.

Kalau hutannya kecil, paling tidak butuh sepuluh jam rental alat berat, untuk membersihkan dan meratakan lahan, biaya per jam rental alat berat sekitar Rp 250 ribu, dikalikan paling kecil 10 jam sama dengan Rp 2.500.000.

"Kalau lahannya ini penuh dengan tanaman hutan, lebih dari sepuluh jam la garapnya," kata Kades Riau ini kepada bangkapos.com Selasa (21/3/2017).

Setelah lahan diratakan dan siap tanam, petani harus menyiapkan bibit ubi kasesa untuk di tanam di satu hektar lahan, dengan biaya beli bibit sekitar Rp 5 juta, upah menanamnya Rp 500 ribu per hektar.

"Setelah itu masih butuh perawatan dengan dua kali pemupukan, biaya utuk beli pupuk untuk dua kali pemupukan setidaknya Rp 1 juta, jadi total biaya modal awal menanam ubi sekitar Rp 8 jutaan, per hektar," jelas Zainar.

Tapi, kalau saat ini ubi kasesa ini dihargai Rp 200 per kilo, kalau misal satu hektar menghasilkan 2 ton, maka hasil penjualan ubi baru mengembalikan setengah dari modal.

"Kalau harga jualnya hanya setengah dari modal, artinya petani tetap rugi, sama sekali tidak untung. Tapi kalau harga ubi ini stabil misal rata-rata Rp 700, baru ada ujung (untung) buat petani, tapi kalau Rp 200 per kilo, mendingan kita tunda panennya, sambil nunggu harga stabil," ujarnya.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help