BangkaPos/

Lahan TPA Parit Enam Kritis, Rencana TPA Regional Belum Pasti

TPA ini sebagai tempat pembuangan sampah dari seluruh daerah Kota Pangkalpinang yang dibawa oleh 26 mobil

Lahan TPA Parit Enam Kritis, Rencana TPA Regional Belum Pasti
Zulkodri/Bangkapos
Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Iwansyah, Foto diambil, Senin (20/03/2017).

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKPOS.COM, BANGKA---- Warga kelurahan Baciang, Fitria (33) tinggal beberapa meter dari lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Parit Enam. Di musim hujan atau kemarau, Fitria kerap mencium aroma tidak sedap yang berasal dari TPA.

"Dak tahan, bau bener apelagi kalau sampahnya agik dikeruk. Selain bau di sini juga banyak lalat, kalau ada pesta memang susah di sini, malu kalau ada acara mau usir (lalat) ya gimana?" ungkap wanita yang membuka warung tak jauh dari TPA ini.

TPA sampah Parit Enam sudah ada sejak 14 tahun yang lalu. TPA ini sebagai tempat pembuangan sampah dari seluruh daerah Kota Pangkalpinang yang dibawa oleh 26 mobil dam truck, 41 unit motor sampah roda tiga, dan sampah pribadi yang dibawa masyarakat Pangkalpinang sebanyak 3-4 mobil pick up setiap harinya.

Lahan TPA Parit Enam seluas 2,5 hektar dengan ketinggian timbunan sampah mencapai 8 meter di beberapa titik lokasi.

Setiap harinya pengolahan sampah di TPA ini ditata menggunakan buldozer dan satu atau dua kali dalam seminggu ditimbun menggunakan tanah kuning. Manfaat menimbun sampah dengan tanah ini untuk mengurangi aroma tak sedap dari tumpukan sampah.

"Ya bentuknya bisa dibilang ibarat seperti kue lapis itu lah, jadi sampah yang ditimbun dengan tanah nanti ditumpuk lagi dengan sampah dan seterusnya" ungkap Kabid Pengolahan Sampah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Jumhari mewakili Kepala Dinas Kebersihan dan LH Pangkalpinang, Iwansyah saat ditemui Bangka Pos, Selasa (21/3)

Pangkalpinang sebagai ibukota Provinsi yang menampung jumlah penduduk terbanyak menurut Jumhari menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya volume sampah. Rata-rata per hari satu orang menyumbang 0,5 kilogram sampah. Sementara per hari volume sampah di Kota Pangkalpinang mencapai 150 ton.

"Lahan TPA ini sudah sangat terbatas, lima tahun kondisinya akan makin sulit. Mau cari lahan di Pangkalpinang sekarang sulit. Makanya kita punya rencana untuk TPA regional bekerjasama dengan kabupaten Bangka Tengah" jelasnya

Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang tengah menunggu MOU antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah agar apabila kapasitas TPA Parit Enam sudah tak mampu menampung sampah dari warga Pangkalpinang maka sampah akan dialihkan ke lokasi TPA di Namang, Bangka Tengah.

"Rencana itu sudah berulang kali dibicarakan beberapa waktu yang lalu antara kita sudah rapat dengan Bangka Tengah. Tapi soal MOU belum ada kabarnya lagi jadi apa gak" tutup Jumhari.

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help