BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Perempuan dan Anak Rentan Terhadap Kekerasan, Ini Penyebabnya

Perempuan sering mengalami kekerasan karena masih ada anggapan, bahwa perempuan itu merupakan makhluk yang lemah.

Perempuan dan Anak Rentan Terhadap Kekerasan, Ini Penyebabnya
IST
Meyli Taurisia 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perempuan sering mengalami kekerasan karena masih ada anggapan, bahwa perempuan itu merupakan makhluk yang lemah.

Hal ini diungkapkan Kasi Kelembagaan dan Penyedia Pelayanan Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3) Kabupaten Bangka, Meyli Taurisia, Sabtu (18/3/17) melalui rilis Pemkab Bangka di Sungailiat.

Diuraikan Meyli, banyak bentuk kekerasan yang dialami perempuan, seperti kekerasan seksual, yakni pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam rumah tangga, dan pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam rumah tangga dengan orang lain dengan tujuan komersial atau tujuan tertentu.

Selain itu juga adanya penelantaraan rumah tangga, psikis, pencabulan, dan perdagangan manusia.

Hal ini urai Meyli sering terjadi, dikarenakan perempuan termasuk anak dianggap makhluk yang lemah baik secara fisik dan ekonomi, faktor pemahaman agama yang keliru, dan hukum adat yang lebih kuat, budaya atau persepsi masyarakat tentang kekerasan, dan pandangan masyarakat tentang kedudukan perempuan.

"Kekerasan terhadap perempuan ini hampir terjadi di seluruh dunia, dimana saja, dan tidak diakui sebagai pelanggar Hak Asasi Manusia. Dianggap sebagai masalah pribadi dan banyak dipaparkan dalam seni literatur maupun catatan pribadi," jelas Meyli.

Untuk itu pihaknya dari bidang pemberdayaan perempuan DP2KBP3 berupaya keras untuk membuang stigma dan pendapat tersebut.

"Kita berupaya terus menekan angka tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sangat ini masih tinggi, dengan kerjasama semua lintas sektoral, mulai dari pemerintah, kepolisian, pengacara, pengadilan, tenaga kesehatan, pekerja sosial, pembimbing rohani, dan relawan pendamping juga. Selain itu juga melakukan bimbingan teknis kesemua satkeholder terkait bidang pemberdayaan perempuan ini" tuturnya.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help