BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Ubi Kasesa Rp 200 Belum Jadi Momen Selamatkan Paska Tambang

harga ubi bahan tapioka ini belum stabil, karena dua pabrik besarnya belum berjalan atau beroperasi.

Ubi Kasesa Rp 200 Belum Jadi Momen Selamatkan Paska Tambang
Bangkapos/Riyadi
Novizar.

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah sudah lama gencar mensosialisasikan petani agar menanam ubi kasesa, tujuannya untuk menyelamatkan ekonomi rakyat paska tambang.

Warga Belinyu Kabupaten Bangka Novizar menanggapi soal rendahnya harga ubi kasesa, yang saat ini hanya Rp 200 per kilo.

"Kalau harga ubi kasesa Rp 200 per kilo, artinya kan belum selamatkan paska tambang. Jadi sekarang ini, ubi kasesa belum jadi momen untuk selamatkan paska tambang, momen itu akan terjadi ketika harga ubi minimal atau terendahnya Rp 700-Rp 800 per kilo, artinya harga ubi tidak turun lagi dari harga minimal tersebut, tapi kalau naik itu yang oke, kalau sudah ada harga minimal dan itu sudah ditetapkan pemerintah dan pihak investor, itulah momen yang sebenarnya yakni momen paska tambang terselamatkan, tapi kalau Rp 200, belum selamatkan paska tambang," ujar Novizar kepada bangkapos.com Selasa (21/3/2017).

Novizar yang pernah menjadi pelaku sektor tambang ini juga yakin, bahwa menanam ubi kasesa di eks tambang akan menyelamatkan paska tambang.

Ibaratnya, sekarang kalau mau menanam ubi kasesa di bekas tambang, warga tinggal nge-cup lahan saja dan bisa bertanam ubi.

Novizar menilai, harga ubi bahan tapioka ini belum stabil, karena dua pabrik besarnya belum berjalan atau beroperasi.

"Kalau dua pabrik besar di Kenanga dan Puding ini sudah buka, saya yakin harga ubi akan kembali normal, persoalan kenapa ubi harganya Rp 200, karena pasokan ubi ke pabrik yang ada (pabrik yang sudah beroperasi), tidak setampung lagi, akhirnya pasokan membludak dan menumpuk, kapasitas produksinya juga terbatas, ya ini berdampak ke harga ubi itu sendiri, sehingga turun menjadi Rp 200," jelas Novizar.

Novizar yakin setelah dua pabrik besar itu beroperasi, harga ubi akan kembali normal, apalagi Bupati Bangka dan pihak investor pabrik ubi sudah komitmen melindungi petani ubi, salah satunya yakni penetapan harga minimal ubi kasesa.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help