Menurut Bos Oppo, Ini Alasan Penjualan Produk iPhone Jeblok

Smartphone bikinan perusahaan asal AS itu sempat diburu oleh masyarakat negara tersebut.

Menurut Bos Oppo, Ini Alasan Penjualan Produk iPhone Jeblok
Tribunnews.com/Achmad Rafiq
Penyanyi solois, Raisa Andriana ketika ditemui dalam jumpa pers konser tur lima kota yang bertajuk 'Oppo Raisa Handmade Tour', di Pong Me, Gunawarman, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2016). 

BANGKAPOS.COM - Apple pernah menjadi raja di China. Smartphone bikinan perusahaan asal AS itu sempat diburu oleh masyarakat negara tersebut.

Meski begitu, kisah sukses Apple ternyata tidak terlalu lama. Di tahun 2016, nama Apple bahkan tidak masuk ke tiga besar vendor di Negeri Tirai Bambu.

Duan Yongping, founder dari Oppo dan Vivo, punya teori sendiri dibalik turunnya Apple di China.

Menurutnya, salah satu penyebab jebloknya Apple karena perusahaan tersebut tidak mau mengubah kebijakan harga.

Yongping mencontohkan, harga termurah iPhone 7 di China bisa menyentuh angka 780 dollar AS atau sekitar Rp 10,3 juta. Padahal, di AS iPhone 7 sudah bisa dilepas dengan harga 650 dollar AS.

Selain itu, harga yang dibanderol oleh Apple setara dengan gaji rata-rata satu bulan masyarakat China.

Apple, menurut Yongping, dinilai terlalu keras kepala mencari profit margin yang tinggi, meski itu membuat bisnis kurang begitu baik bagi perusahaan.

"Apple tidak bisa mengalahkan kami di China (Vivo dan Oppo) karena mereka bahkan punya celah. Apple terkadang terlalu keras kepala," tutur Yongping, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Rabu (22/3/2017).  

"Mereka membuat banyak hal hebat, seperti sistem operasi, tetapi kami melewatinya di beberapa area," imbuhnya.

Di China sendiri, tiga vendor smartphone teratas diduduki oleh Oppo, Vivo, dan Xiaomi. Sementara itu, Apple saat ini berada di posisi kelima.

(Deliusno/kompas.com)

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved